Lengan yang ditempeli patch untuk luka kulit (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Setiap luka pada kulit memulai perjalanan pemulihan yang menakjubkan. Dari luka sayatan kecil hingga cedera besar, tubuh memiliki mekanisme alami untuk menutup, membersihkan, dan memperbaiki jaringan yang rusak. Memahami proses penyembuhan luka dapat membantu kita merawat luka dengan lebih baik dan mencegah komplikasi.
Melansir dari Medical News Today, penyembuhan luka dibagi menjadi tiga jenis utama: primer, sekunder, dan tersier. Penyembuhan primer terjadi saat dokter menutup luka dengan jahitan, lem medis, atau staples, sehingga area luka yang harus disembuhkan menjadi lebih kecil. Misalnya, luka sayatan besar sering dijahit agar proses pemulihan lebih cepat.
Penyembuhan sekunder terjadi ketika luka tidak bisa dijahit, biasanya karena kehilangan jaringan yang luas atau lokasi luka yang sulit dijahit. Tubuh dibiarkan memperbaiki jaringan secara alami, yang biasanya memerlukan waktu lebih lama dan lebih rentan infeksi.
Penyembuhan tersier atau delayed primary closure dilakukan jika dokter menunda penutupan luka. Ini biasanya dilakukan untuk mencegah terjebaknya kuman di dalam luka. Luka dibiarkan terbuka sementara agar cairan keluar dan terapi lain bekerja sebelum akhirnya ditutup.
Beragam Jenis Luka
Luka dapat dibedakan menjadi terbuka dan tertutup. Luka tertutup tidak merobek permukaan kulit, contohnya memar. Sementara luka terbuka merusak kulit dan jaringan di bawahnya.
Beberapa contoh luka terbuka meliputi abrasi (gesekan), laserasi (sobekan dalam akibat benda tajam), tusukan (lubang kecil dan dalam seperti tertusuk paku), luka bakar, serta avulsi (robekan kulit dan jaringan). Luka kronis, seperti borok akibat tekanan atau luka diabetes, juga memerlukan proses penyembuhan khusus.
Tahapan Proses Penyembuhan Luka
1. Fase Hemostasis
Fase Hemostasis dimulai segera setelah cedera. Pembuluh darah menyempit untuk mengurangi pendarahan, sementara trombosit membentuk gumpalan darah yang menghentikan aliran darah dan mencegah kuman masuk.
2. Fase Inflamasi
Selanjutnya fase inflamasi, di mana sel darah putih membersihkan jaringan rusak dan mengangkat kotoran dari area luka. Peradangan ringan biasanya terlihat sebagai tanda proses ini.
3. Fase Proliferasi
Fase proliferasi dimulai ketika luka stabil. Tubuh membentuk jaringan baru, memperbaiki pembuluh darah, dan menutup luka melalui proses epitelisasi, angiogenesis, pembentukan kolagen, dan kontraksi luka. Jaringan granulasi mulai terbentuk sekitar hari keempat.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
