Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 September 2025 | 02.53 WIB

Menstruasi Sering Maju Mundur? Kenali Penyebab Siklus Tidak Teratur dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi jadwal periode menstruasi. (Freepik) - Image

Ilustrasi jadwal periode menstruasi. (Freepik)

JawaPos.com - Bagi wanita, menstruasi sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalan hidup. Namun, setiap wanita pasti mengalami siklus menstruasi yang berbeda, di mana ini sering kali menjadi cerminan atas kondisi tubuh masing-masing. Menstruasi juga bukanlah sekedar siklus biologis bulanan, tetapi dapat menjadi indikator penting mengenai kesehatan reproduksi yang dapat memberikan sinyal tentang kondisi tubuh.

Siklus menstruasi merupakan proses alami yang berlangsung setiap bulannya di dalam tubuh wanita, di mana proses ini terjadi untuk mempersiapkan kemungkinan kehamilan. Dalam proses ini, salah satu ovarium akan melepaskan sel telur matang ke dalam tuba falopi, proses inilah yang dikenal sebagai ovulasi.

Fluktuasi hormon estrogen dan progesteron selama periode ini berperan aktif dalam mempersiapkan dinding rahim (endometrium) untuk menerima sel telur yang telah dibuahi. Namun, jika pembuahan tidak terjadi, lapisan endometrium yang telah menebal akan meluruh dan keluar melalui vagina, proses inilah yang kita kenal sebagai menstruasi.

Normalnya wanita mengalami siklus menstruasi antara 21-35 hari, dengan durasi sekitar 3-7 hari. Namun, tidak semua wanita mengalami siklus menstruasi yang teratur dan konsisten. Dalam beberapa kasus siklus menstruasi dapat berlangsung lebih pendek dari 21 hari (polimenore) hingga siklus yang lebih panjang dari 35 hari (oligomenore).

Tidak hanya itu, terkadang volume pendarahan juga dapat lebih deras atau bahkan tidak mengalami menstruasi sama sekali (amenore). Kondisi ini sering kali menjadi kekhawatiran tersendiri bagi banyak wanita dan memerlukan perhatian khusu untuk memahami penyebabnya.

Untuk itu, Mayo Clinic menjelaskan, bahwa terdapat berbagai kondisi dan faktor yang dapat mempengaruhi ketidakteraturan siklus menstruasi.

1. Kehamilan atau Menyusui

Kehamilan merupakan penyebab paling umum berhentinya menstruasi pada wanita dalam usia subur. Ketika terjadi pembuahan, tubuh akan menghentikan siklus menstruasi untuk mendukung perkembangan janin.

Selain itu, proses menyusui juga dapat memperpanjang periode tanpa menstruasi setelah melahirkan karena hormon prolaktin yang diproduksi untuk ASI dapat menekan ovulasi. Kondisi ini merupakan respon alami tubuh dan biasanya akan kembali normal setelah masa menyusui berakhir.

2. Gangguan Makan dan Aktivitas Fisik Berlebihan

Gangguan makan seperti anoreksia nervosa dapat menyebabkan ketidakteraturan menstruasi karena tubuh kekurangan nutrisi yang diperlukan untuk produksi hormon. Selain itu, olahraga berlebihan atau aktivita fisik yang terlalu intensif dapat menekan fungsi ovarium dan menyebabkan amenore pada atlet wanita.

Tidak hanya itu, penurun berat badan yang drastis juga dapat mengganggu keseimbangan hormonal yang mengatur siklus menstruasi. Karena itu, tubuh membutuhkan keseimbangan antara asupan energi dan pengeluaran energi untuk mempertahankan fungsi reproduksi yang normal.

3. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

PCOS merupakan gangguan hormonal yang cukup umum dialami wanita usia reproduksi dan dapat menyebabkan siklus menstruasi yang tidak teratur. Kondisi ini ditandai dengan pembesaran ovarium yang mengandung kumpulan cairan kecil yang disebut folikel.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore