Seorang wanita dewasa yang sedang sakit (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Beberapa perempuan mungkin pernah merasakan sensasi panas tiba-tiba di wajah atau tubuh bagian atas saat menstruasi. Kondisi ini sering membuat tidak nyaman dan membingungkan, terutama karena banyak yang mengaitkannya dengan menopause. Namun, sebenarnya sensasi panas atau hot flashes juga bisa muncul sebelum masa menopause, bahkan menjadi tanda adanya kondisi tertentu pada sistem reproduksi atau hormonal.
Dilansir dari Medical News Today, hot flash adalah sensasi panas mendadak yang biasanya dirasakan pada wajah, leher, atau dada bagian atas. Kulit bisa tampak memerah, disertai detak jantung yang cepat, keringat berlebihan, dan perasaan cemas. Meski penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, para ahli percaya bahwa perubahan kadar hormon, khususnya estrogen, berperan besar terhadap mekanisme pengaturan suhu tubuh.
Sensasi panas ini bisa berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit. Beberapa orang merasakannya hanya sesekali, sementara yang lain bisa mengalaminya berulang kali dalam sehari.
Penyebab Hot Flash saat Menstruasi
Salah satu penyebab paling umum hot flash sebelum atau saat haid adalah perimenopause, yaitu masa transisi menuju menopause. Pada fase ini, kadar hormon estrogen dan progesteron mulai berfluktuasi, menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Perimenopause biasanya dimulai pada usia 40-an dan dapat berlangsung hingga 10 tahun. Gejalanya meliputi sulit tidur, perubahan suasana hati, sakit kepala, serta kekeringan pada area vagina.
Selain perimenopause, Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) juga dapat menyebabkan gejala serupa. PMDD merupakan bentuk berat dari sindrom pramenstruasi (PMS) yang ditandai oleh depresi, kecemasan, dan gejala fisik seperti mual, nyeri, pembengkakan, serta hot flashes. Biasanya, keluhan muncul satu minggu sebelum menstruasi dan mereda beberapa hari setelahnya.
Kondisi lain yang dapat memicu hot flashes adalah Premature Ovarian Insufficiency (POI), yaitu ketika ovarium berhenti melepaskan sel telur lebih cepat dari seharusnya. POI dapat terjadi pada usia muda dan menimbulkan gejala mirip menopause, termasuk rasa panas mendadak, keringat malam, serta gangguan kesuburan.
Selain tiga kondisi di atas, beberapa faktor lain juga dapat menyebabkan hot flashes, seperti gangguan tiroid (hipertiroidisme), efek samping obat yang memengaruhi hormon, stres berlebih, atau dalam kasus yang sangat jarang, adanya tumor yang menghasilkan hormon tertentu.
Apakah Hot Flash Menandakan Menopause Dini?
Banyak perempuan mulai mengalami hot flashes beberapa tahun sebelum menstruasi berhenti sepenuhnya. Kondisi ini umumnya menandakan perimenopause, bukan menopause dini. Menopause sendiri rata-rata terjadi pada usia 51 tahun, meski ada yang mengalaminya lebih awal, sekitar usia 45 tahun.
Namun, jika seseorang berusia di bawah 40 tahun dan sudah sering mengalami hot flashes, ada kemungkinan mengalami menopause dini. Kondisi ini dialami oleh sekitar 1% perempuan dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti penyakit autoimun, pengangkatan rahim atau ovarium, gangguan endokrin, efek samping pengobatan kanker, infeksi tertentu, atau kebiasaan merokok yang mempercepat penurunan fungsi ovarium.
Cara Mengatasi Hot Flash dan Pilihan Pengobatan
Meskipun hot flash tidak berbahaya, gejala ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penanganan utama adalah mengatasi penyebab dasarnya. Jika hot flash berkaitan dengan perimenopause, menopause dini, atau gangguan hormonal, dokter mungkin akan merekomendasikan terapi yang disesuaikan dengan kondisi individu.
Beberapa perubahan gaya hidup yang disarankan oleh National Institute on Aging (NIA) antara lain:

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
