Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 September 2025 | 05.00 WIB

Jangan Salah Kaprah! Ini Perbedaan Radang Usus dan Sakit Maag, yang Pertama harus segera Dilakukan Penanganan Khusus

dr. Paulus Simadibrata (paling kiri), dokter spesialis penyakit dalam RS Abdi Waluyo. (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

dr. Paulus Simadibrata (paling kiri), dokter spesialis penyakit dalam RS Abdi Waluyo. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Penyakit radang usus atau dikenal juga dengan Inflammatory Bowel Disease (IBD) adalah kondisi kronis yang ditandai dengan peradangan pada saluran pencernaan. Ini bukan sekadar sakit perut biasa, melainkan penyakit serius yang bisa menyebabkan gejala seperti diare persisten, nyeri perut hebat, penurunan berat badan, dan kelelahan.

Peradangan yang terjadi bisa merusak lapisan usus dari waktu ke waktu. Jika tidak ditangani dengan baik, bisa menyebabkan komplikasi serius yang memengaruhi kualitas hidup penderitanya secara signifikan.

Saat ini, banyak pasien yang belum mengetahui perbedaan antara radang usus dengan sakit maag. Bahkan seringkali pasien merasa mereka menderita sakit maag saat mengalami radang usus.

dr. Paulus Simadibrata, dokter spesialis penyakit dalam RS Abdi Waluyo pun menjelaskan hal ini. Dia mengungkapkan yang menjadi pembeda utama antara dua penyakit ini yakni radang usus jarang sembuh sendiri.

"Penyakit IBD ini jarang sembuh sendiri, kadang-kadang walaupun diobati, dengan obat sakit maag, tidak bisa sembuh. Kalau sakit maag, yang medis dispepsia atau gastritis, itu dengan pemberian obat sakit maag akan sembuh, akan membaik. Tapi kalau IBD, diberikan antasida, atau obat-obat penurunan asam lambung, tidak akan bisa sembuh," jelasnya di Jakarta, Jumat (12/9).

Dia menekankan, radang usus memerlukan penanganan khusus dan dilakukan pemeriksaan lebih detail. Tujuannya agar diagnosis radang usus bisa dilakukan dengan benar.

"Kalau orang sakit maag biasa, mungkin dengan pemberian obat maag, setelah 1-2 minggu, dia akan membaik, kalau tidak membaik, ini juga ada pemeriksaan detail, yaitu endoskopi lambung. Ini sedikit gambaran mengenai membedakan penyakit IBD dengan sakit maag," jelasnya.

dr. Paulus mengungkapkan radang usus itu termasuk pada penyakit radang kronik lantaran tak pernah sembuh dan membutuhkan proses inflamasi, sehingga peradangan ini akan terus berjalan. Bahkan jika hal ini terjadi tanpa diobati, akan berdampak buruk dengan terjadinya kerusakan dari glukosa di selaput lendir usus.

Selanjutnya, usus akan semakin tipis, rusak, dan akan ada sariawan di usus. Lebih buruknya, sariawan tersebut akan menyebabkan risiko komplikasi lebih lanjut.

"Komplikasi lebih lanjut bisa terjadi striktur salah satunya. Striktur itu adalah penyempitan saluran usus. Karena pada perjalanan penyembuhan peradangan kronik atau sariawan usus, itu sembuh, luka, sembuh, luka. Bayangkan saja seperti sariawan timbul, itu kan nggak enak. Akhirnya menjadi satu luka yang tidak beraturan, akan terus-terus berkembang akhirnya mempunyai risiko terjadi kanker khusus," jelasnya.

Dia menegaskan, jika memang pasien merasakan rasa sakit di perutnya, lebih baik diperiksakan agar bisa dideteksi secara dini untuk mencegah terjadinya komplikasi jangka panjang. Deteksi dan keluhan ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan Abdi Waluyo Inflammatory Bowel Disease (IBD) Center dan Rudolf Simadibrata Gastroenterology-Hepatology & Endoscopy Center. Keduanya memang dirancang untuk menangani berbagai keluhan sistem pencernaan.

Selanjutnya, diagnosis penyakit radang usus biasanya dibuat berdasarkan keluhan atau gejala pasien seperti nyeri perut berulang, perubahan pola buang air besar, buang air besar berdarah, serta penurunan berat badan, ditambah dengan pemeriksaan fisik dan penunjang. "Sehingga apa yang harus kita lakukan adalah mendeteksi secara dini untuk mencegah terjadinya komplikasi jangka panjang," tutupnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore