
Ilustrasi keputihan pada perempuan. (Pexels/Karolina Kaboompics)
JawaPos.com - Banyak wanita mungkin sering merasa bingung dan panik ketika melihat perubahan warna pada keputihan yang dialami. Kekhawatiran ini wajar mengingat tidak semua wanita memiliki pengetahuan yang cukup tentang kondisi normal dan abnormal dari cairan vagina.
Perubahan warna keputihan juga seringkali membuat wanita bertanya-tanya apakah kondisi yang dialami masih dalam batas normal atau sudah mengindikasikan adanya masalah kesehatan. Pemahaman yang tepat mengenai perbedaan warna keputihan menjadi sangat penting sebagai upaya menjaga kesehatan reproduksi dan mendeteksi sedari dini kemungkinan adanya gangguan.
Keputihan sendiri merupakan cairan atau lendir yang keluar dari vagina. Dilansir dari Alodokter, keputihan berfungsi sebagai pertahanan alami untuk menjaga kebersihan organ intim sekaligus memberikan perlindungan dari berbagai infeksi bakteri. Kondisi ini merupakan hal yang normal terjadi pada setiap wanita, khususnya sepanjang siklus menstruasi berlangsung. Produksi cairan ini juga dipengaruhi oleh perubahan hormon dalam tubuh, sehingga karakteristiknya dapat berbeda-beda pada setiap fase siklus menstruasi.
Sebagai wanita, kita perlu memahami bahwa warna keputihan dapat menjadi salah satu tanda tentang kondisi kesehatan reproduksi. Walaupun bau dan tekstur juga dapat menjadi indikator awal dari berbagai kondisi, tetapi perubahan warna menjadi salah satu indikator yang paling mencolok dan terlihat jelas. Untuk itu Hello sehat memberikan penjelasan tentang beberapa perbedaan dari perubahan warna keputihan yang harus kita pahami.
1. Keputihan Bening atau Transparan
Cairan vagina yang berwarna bening atau transparan merupakan jenis keputihan yang paling normal dan sehat. Karakteristik cairan ini biasanya juga tidak memiliki bau yang menyengat dan memiliki tekstur yang agak kental dan lengket seperti putih telur mentah. Keputihan jenis ini sering muncul pada pertengahan siklus menstruasi, terutama ketika masa ovulasi di mana tingkat estrogen dalam tubuh sedang tinggi. Keputihan ini juga berperan untuk membersihkan vagina dari bakteri berbahaya dan sesel-sel kulit mati yang menumpuk.
2. Keputihan Putih Susu
Keputihan yang berwarna putih susu juga masih termasuk variasi normal yang sering dialami wanita, terutama pada dan akhir periode menstruasi. Warna putih pada keputihan ini disebabkan oleh perubahan hormon progesteron yang meningkat pada fase-fase tenteru dalam siklus menstruasi. Biasanya keputihan ini memiliki tekstur yang lebih kental dibandingkan keputihan bening, tetapi tidak menimbulkan rasa gatal dan perih. Fungsinya pun hampir sama dengan keputihan bening yaitu untuk membersihkan dan menjaga kelembapan vagian secara alami.
3. Keputihan Keruh atau Abu-abu
Jika kamu mengalami keputihan berwarna keruh atau abu-abu dan disertai dengan bau amis yang menyengat, ini dapat mengindikasikan adanya infeksi bakteri pada vagina. Kondisi ini sering disebut bacterial vaginosis, yaitu ketidakseimbangan bakteri baik dan bakteri jahat di dalam vagina. Gejala lainnya yang mungkin muncul menyertai adanya rasa gatal, perih, atau sensasi terbakar saat buang air kecil. Untuk kondisi ini, sebaiknya segera konsultasikan ke tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
4. Keputihan Kekuningan
Cairan vagian yang berwarna keruh dan kekuningan serta diikuti dengan rasa nyeri di area vagina dan kesulitan menahan buang air kecil, dapat menjadi tanda infeksi gonore. Gonore sendiri adalah salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Selain itu, kondisi ini juga dapat membuat penderitanya merasakan rasa sakit ketika berhubungan intim dan sensasi terbakar ketika buang air kecil. Jika kamu mengalami kondisi, segera melakukan pemeriksaan dengan tenaga medis, karena gonore dapat menyebabkan komplikasi serius pada sistem reproduksi jika tidak diobati.
5. Keputihan Kuning Kehijauan
Keputihan yang berwarna kuning kehijauan dengan tekstur berbusa dan bau tidak sedap merupakan ciri khas dari infeksi trikomoniasis. Trikomoniasis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis dan termasuk dalam kategori penyakit menular seksual. Gejala lain dari infeksi ini meliputi rasa gatal yang intens di area vagina, nyeri saat buang air kecil, dan ketidaknyamanan pada area genital. Penderita yang memiliki kondisi ini memerlukan pengobatan dengan antibiotik yang diresepkan oleh dokter.
6. Keputihan Kemerahan atau Kecokelatan

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
