
Pasien menjalani perawatan gigi. (RianAlfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com-Biaya perawatan gigi di Indonesia menjadi salah satu layanan medis yang tidak murah harganya. Padahal, sebagian besar masalah gigi sebenarnya bisa dicegah sejak dini hanya dengan kebiasaan sederhana. Seperti menyikat gigi dengan benar dan rutin memeriksakan diri ke dokter gigi.
Peringatan ini kembali ditegaskan drg. Adi Pranata, Head of Clinic Smart Dental Bintaro. Dia menyebut karang gigi dan gigi berlubang masih menjadi masalah kesehatan mulut paling sering ditemui.
“Fokus kami sebagai dokter gigi bukan hanya mengobati, tetapi mengajak masyarakat menjaga kebersihan gigi sejak dini agar terhindar dari masalah yang lebih serius, mulai dari sakit gigi hingga gangguan pencernaan akibat kehilangan gigi,” ujar dia ditemui JawaPos.com di klinik baru Smart Dental Bintaro.
Kesehatan gigi sering kali dianggap sepele, padahal kondisinya sangat memengaruhi kualitas hidup. Infeksi gigi bisa menjalar ke bagian tubuh lain, bahkan memicu penyakit jantung atau komplikasi kesehatan lain.
Rutin memeriksakan gigi minimal dua kali setahun dapat membantu mendeteksi dini masalah sebelum berkembang menjadi perawatan mahal seperti tambalan, saluran akar, hingga pemasangan implan.
Selain itu, faktor estetika juga kini banyak menjadi perhatian. Menurut drg. Adi, veneer dan crown bukan hanya sekadar untuk penampilan. Tapi juga bisa memperbaiki struktur gigi agar lebih sehat dan fungsional.
Beberapa langkah sederhana yang dapat membantu mencegah masalah gigi dan mulut yakni dengan menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang benar, terutama setelah makan dan sebelum tidur.
Lalu bisa juga menggunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi. Kurangi konsumsi gula berlebihan, karena gula adalah pemicu utama gigi berlubang.
"Periksa gigi secara rutin setiap enam bulan sekali, meski tidak ada keluhan. Ajarkan anak menjaga kebersihan gigi sejak dini, karena kebiasaan baik akan terbawa hingga dewasa," tandas Adi Pranata.
dia menjelaskan, saat ini, pemeriksaan gigi sudah semakin canggih dengan bantuan teknologi digital seperti scanning 3D dan panoramic X-ray, yang memungkinkan dokter melihat kondisi gigi lebih detail. Teknologi ini membantu pasien mendapatkan diagnosis lebih akurat sehingga perawatan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Dengan meningkatnya kesadaran menjaga kesehatan gigi, masyarakat diharapkan tidak hanya datang ke dokter gigi saat sudah sakit, tetapi lebih menekankan pada pencegahan.
“Kalau rutin dicegah, biaya yang dikeluarkan jauh lebih ringan dibanding saat gigi sudah bermasalah,” tambah drg. Adi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022