Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 23.04 WIB

Tren Gaya Hidup Modern Gen Z dalam Menjaga Kebugaran, Seperti Apa Manfaat Olahraga Malam?

ILUSTRASI: Olahraga malam. (Freepik)

JawaPos.com - Malam bukan menjadi penghalang untuk bisa tetap beraktivitas, terutama berolahraga setelah padatnya kesibukan seharian. Bagi sebagian orang waktu malam diguanakan untuk beristirahat. 

Di tengah kehidupan modern yang serbacepat, justru semakin banyak orang memilih melakukan olahraga pada malam hari, terutama bagi kalangan Gen Z. 

Fenomena ini mulai digandrungi oleh mereka yang sibuk bekerja dari pagi hingga sore hari, mahasiswa dengan jadwal kuliah yang padat, hingga komunitas olahraga yang lebih suka dengan suasana tenang, olahraga malam menjadi salah satu solusi untuk tetap menjaga pola hidup sehat yang kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup urban. 

Mengapa Olahraga Malam Semakin Populer?

Olahraga malam dalam beberapa tahun belakang mulai mendapat atensi dari masyarakat terkhususnya yang berada di daerah perkotaan. Terdapat beberapa alasan tren ini mulai berkembang, mulai dari keterbatasan waktu hingga pergeseran gaya hidup modern.  

Kesibukan pekerjaan dan aktivitas yang padat membuay banyak orang kesulitan mencari waktu yang tepat untuk berolahraga di waktu pagi maupun siang hari. Pekerja kantoran misalnya, sering kali sudah harus berangkat pagi-pagi sekali dan pulang menjelang malam. Sehingga memang sudah tidak ada waktu setelah aktivitas yang padat dan menjadikan malam hari sebagai waktu yang pas sebagai waktu berolahraga untuk menyeimbangkan tubuh dan pikiran. 

Tidur Lebih Nyenyak 

Dilansir dari Alodokter, anggapan bahwa olahraga malam mengganggu tidur ternyata hanyalah mitos belaka. Justru, aktivitas pada malam hari dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks sehingga tidak bisa menjadi lebih nyenyak. Dengan beberapa catatan, olahraga sebaiknya tidak dilakukan terlalu dekat dengan jam tidur. Memberikan jeda minimal 60-90 menit setelah berolahraga akan memberikan kesempatan pada tubuh untuk menurunkan ritme detak jantung dan suhu tubuh. Sehingga, saat hendak tidur menjadi lebih baik. 

Kontrol Gula Darah dan Berat Badan

Dilansir dari Novi Health, berolahraga ringan setelah makan malam, seperti jalan santai atau yoga, terbukti membantu menurunkan lonjakan gula darah. Aktivitas ini membuat tubuh segera menggunakan glukosa dari makanan sebagai energi, bukan menyimpannya sebagai lemak. Dengan begitu, olahraga malam juga berkontribusi dalam menjaga berat badan ideal sekaligus mencegah risiko diabetes tipe 2. 

Menjaga Kebugaran Jantung dan Metabolisme 

Dilansir dari Alodokter, aktivitas seperti lari malam tidak hanya menyegarkan pikiran, tetapi juga meningkatkan kebugaran jantung, memperbaiki metabolisme, dan menjaga berat badan tetap stabil. Namun, untuk keamanan sangat dianjurkan memilih jalur lari dengan penerangan cukup, menggunakan pakaian reflektif, atau berlari bersama komunitas. Dengan begitu, manfaat kesehatan bisa diperoleh tanpa mengabaikan faktor keselamatan. 

Performa Tubuh Lebih Optimal 

Dilansir dari Hello Sehat, kondisi tubuh manusia pada malam hari sebenarnya lebih siap untuk berolahraga. Suhu tubuh yang meningkat membuat otot lebih lentur, metabolisme lebih aktif, dan koordinasi motorik lebih baik. Hal ini berarti performa olahraga, baik angkat beban maupun latihan kardio, bisa lebih maksimal dibandingkan pagi hari ketika tubuh masih kaku setelah bangun tidur. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore