
Ilustrasi air kelapa. (freepik)
JawaPos.com - Selama musim hujan, risiko terserang penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) semakin meningkat. Hujan terus-menerus menyebabkan muncul banyak genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, termasuk nyamuk Aedes aegypti. Seperti yang kita ketahui, penyakit ini disebabkan oleh virus dengue, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Nyamuk ini dapat menyerang siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa, terutama orang yang tinggal di tempat lembap atau terdapat banyak genangan air kotor di sekitar tempat tinggalnya. Kondisi ini semakin meningkatkan risiko terserang DBD dan jika tidak ditangani secepatnya dapat mengancam nyawa. Oleh karena itu, penting untuk memahami gejala DBD sejak dini.
Gejala DBD mungkin awalnya tampak seperti demam biasa. Namun, perlu diperhatikan, karena penderita DBD biasanya mengalami demam mendadak hingga 39-40 derajat Celsius dan tidak membaik meski sudah minum obat penurun panas. Selain itu, penderita juga akan merasa sakit kepala hebat, nyeri otot, muncul ruam merah di kulit, hingga muntah-muntah yang tidak kunjung reda.
Fase-fase Demam Berdarah Dengue (DBD)
Umumnya DBD berlangsung sekitar 7-10 hari, dengan tahapan dari fase demam hingga pemulihan. Namun, kebanyakan orang mengira ketika demamnya sudah turun berarti sudah sembuh, padahal kondisi ini justru dapat berbahaya. Melansir dari laman RS Pondok Indah, berikut adalah fase-fase DBD yang sering disalahartikan.
Fase ini merupakan tahap awal serangan virus. Seseorang yang tergigit nyamuk Aedes aegypti akan mengalami demam tinggi. Namun, tes laboratorium biasanya belum menunjukkan penurunan trombosit yang signifikan. Inilah mengapa banyak orang mengira kondisi ini adalah demam biasa. Padahal, dalam fase ini virus dengue sedang aktif berkembang biak dan siap memasuki fase yang lebih berbahaya.
Pada fase inilah demam mulai turun, dan kebanyakan orang mengira mereka telah sembuh. Padahal, pada fase ini dapat terjadi kebocoran plasma darah yang menyebabkan syok atau yang dikenal sebagai Dengue Shock Syndrome. Tanda-tanda bahaya yang perlu dipahami agar segera mendapat pertolongan medis adalah sakit perut tak tertahankan, muntah-muntah, hingga pendarahan mendadak akibat penurunan trombosit.
Pada fase ini nafsu makan kembali membaik, meski mungkin masih merasa lelah. Selain itu, jumlah trombosit juga sudah menunjukkan peningkatan secara bertahap dari hari ke hari. Cairan dalam tubuh juga perlahan kembali normal.
Minuman Pendamping untuk Membantu Proses Penyembuhan
Penyakit DBD jelas membutuhkan pertolongan medis yang tepat sesegera mungkin. Namun, ada juga beberapa minuman alami yang dapat memberikan dukungan tambahan untuk membantu meningkatkan kadar trombosit.
Dilansir dari Alodokter, berikut ini adalah minuman yang dapat menjadi pendamping pengobatan medis untuk membantu proses penyembuhan:
1. Air Rebusan Daun Pepaya
Daun pepaya dipercaya dapat membantu proses penyembuhan DBD. Untuk anak-anak atau siapa pun yang tidak suka dengan daun pepaya, dapat merebusnya terlebih dahulu, lalu menumbuk dan memerasnya hingga keluar air. Air ini dapat diminum tiga kali sehari untuk mempercepat proses penyembuhan. Ekstrak daun pepaya juga dapat membantu menstabilkan dinding pembuluh darah sehingga tidak mudah rusak oleh serangan virus dengue.
2. Air Kelapa
Air kelapa kaya akan elektrolit alami seperti kalium, magnesium, natrium, dan kalsium yang dibutuhkan tubuh selama masa penyembuhan DBD untuk mengembalikan keseimbangan cairan. Selain itu, air kelapa juga dapat merangsang produksi trombosit dan fibrinogen. Kedua komponen tersebut berperan penting dalam proses pembekuan darah, yang dapat mempercepat proses pembekuan ketika terjadi luka. Air kelapa juga dipercaya dapat menurunkan risiko pendarahan hebat pada pasien DBD dan mempercepat proses penyembuhan secara alami.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
