
Pantau terus tekanan darah dengan alat tensi agar bisa menentukan cara mengatasi hipertensi yang tepat. (Mufid Majnun/Unsplash)
JawaPos.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai “silent killer” karena biasanya tidak menimbulkan gejala yang terlihat. Ketahui cara mengatasi hipertensi untuk hidup lebih sehat.
Kondisi ini secara diam-diam dapat merusak pembuluh darah dan memicu berbagai masalah kesehatan serius, seperti penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal.
Penting juga untuk mengetahui batasan angka tekanan darah yang dikategorikan sebagai hipertensi agar bisa segera mengambil tindakan.
Menurut laman American Heart Association, tekanan darah diukur dalam dua angka, yaitu tekanan sistolik (angka atas) dan diastolik (angka bawah).
Tekanan darah antara 130-139 mm Hg (sistolik) dan 80-89 mm Hg (diastolik) sudah masuk dalam kategori hipertensi tahap 1.
Adapun tekanan darah 140/90 mm Hg atau lebih tinggi sudah masuk kategori hipertensi tahap 2. Kalau tekanan darah sudah di atas 180/120 mm Hg, ini sudah termasuk kondisi darurat dan harus segera konsultasi ke dokter.
Berikut ini 8 cara mengatasi hipertensi yang efektif, seperti dirangkum dari British Heart Foundation dan Mayo Clinic:
Melakukan aktivitas fisik secara teratur sangat membantu menurunkan tekanan darah. Usahakan melakukan olahraga aerobik dengan intensitas sedang selama minimal 150 menit per minggu, misalnya berjalan cepat, jogging, bersepeda, berenang, atau menari.
Latihan interval intensitas tinggi juga bisa menjadi pilihan untuk meningkatkan efektivitas. Selain itu, latihan kekuatan otot dua kali seminggu juga dianjurkan.
Jika perlu, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan program olahraga yang sesuai dengan kondisimu.
Mengatur pola makan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang sangat penting untuk mengendalikan hipertensi.
Fokuslah pada makanan yang kaya serat, buah-buahan, sayuran, gandum utuh, dan produk susu rendah lemak.
Kurangi konsumsi lemak jenuh dan kolesterol. Kandungan kalium dalam makanan juga membantu menetralkan efek natrium (garam) pada tekanan darah.
Targetkan asupan kalium sekitar 3.500 hingga 5.000 mg per hari agar tekanan darah bisa turun secara signifikan.
Berat badan yang berlebih dapat menyebabkan tekanan darah meningkat. Bahkan, kelebihan berat badan di area perut juga meningkatkan risiko hipertensi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
