Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Mei 2025 | 13.00 WIB

Mitos atau Fakta: Benarkah Konsumsi Tempe Berlebihan Bisa Menyebabkan Kemandulan pada Pria?

ilustrasi Mitos atau Fakta: Benarkah Konsumsi Tempe Berlebihan Bisa Menyebabkan Kemandulan pada Pria? / freepik - Image

ilustrasi Mitos atau Fakta: Benarkah Konsumsi Tempe Berlebihan Bisa Menyebabkan Kemandulan pada Pria? / freepik

JawaPos.com - Tempe merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang kaya akan protein nabati.

Banyak orang menganggap tempe sebagai sumber protein yang murah dan bergizi, sehingga sering dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Namun, muncul kekhawatiran di masyarakat bahwa makan tempe terlalu sering bisa menyebabkan pria menjadi mandul.

Mitos ini berkembang karena tempe terbuat dari kedelai, yang mengandung senyawa mirip hormon estrogen.

Hormon ini dikaitkan dengan pengaruh terhadap sistem reproduksi pria, sehingga muncul anggapan bahwa konsumsi tempe berlebihan dapat berdampak negatif pada kesuburan.

Dilansir dari laman YouTube Tirta PengPengPeng, mitos ini sering diperdebatkan, tetapi perlu dipahami lebih dalam dengan pendekatan ilmiah.

Lantas, benarkah konsumsi tempe dalam jumlah besar bisa menyebabkan mandul? Ataukah ini hanya ketakutan yang tidak berdasar? Mari kita simak penjelasan ilmiahnya berdasarkan fakta yang ada.

Fakta Ilmiah: Konsumsi Tempe dan Hormon Estrogen

Tempe dibuat dari kedelai yang mengandung isoflavon, senyawa alami yang memiliki struktur mirip dengan hormon estrogen pada manusia.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa isoflavon dalam jumlah tinggi bisa memengaruhi kadar hormon dalam tubuh pria.

Namun, ini tidak berarti konsumsi tempe dalam jumlah wajar akan langsung menyebabkan masalah kesuburan.

Yang perlu diperhatikan adalah jumlah konsumsi yang masuk kategori berlebihan. Jika seseorang makan tempe dalam jumlah ekstrem, seperti 200 potong tempe per hari, maka efek peningkatan hormon estrogen mungkin terjadi.

Ini bisa menyebabkan kondisi seperti ginekomastia (pertumbuhan jaringan payudara pada pria) atau perubahan suara menjadi lebih halus, tetapi bukan berarti langsung menyebabkan kemandulan.

Dalam konsumsi normal, yaitu sekitar 8–12 potong tempe per hari, kandungan isoflavon dalam tempe masih dalam batas aman.

Bahkan, tempe memiliki manfaat lain seperti meningkatkan kesehatan pencernaan dan memberikan asupan protein yang baik untuk tubuh.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore