Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Januari 2025 | 19.10 WIB

Demam Kelinci Merabak dan Melonjak Tinggi di AS: Indonesia Wajib kenali Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya!

Ilustrasi demam kelinci. (freepik) - Image

Ilustrasi demam kelinci. (freepik)

JawaPos.com–Fenomena demam kelinci merebak di Amerika Serikat (AS). Demam kelinci merupakan penyakit yang dapat menular, disebabkan bakteri tertentu. Penyakit ini menyerang hewan, terutama kelinci, hewan pengerat, dan mamalia kecil lainnya serta berpotensi penularan kepada manusia.

Di AS, peningkatan kasus lebih dari lima puluh persen. Penyakit langka yang disebabkan bakteri Francisella tularensis yang dikenal sangat menular terutama pada mamalia. Penyakit ini memang secara umum jarang terjadi pada manusia, namun bukan berarti tidak mungkin manusia akan terinfeksi penyakit ini apabila bersentuhan langsung dengan hewan yang terkena infeksi.

Dilansir dari laman The Health Site.com, penyakit demam kelinci berasal dari hewan-hewan yang terinfeksi terutama pada gigitannya, antara lain:

  • Kutu atau lalat rusa: Serangga seperti kutu atau lalat rusa yang terinfeksi juga dapat menularkan bakteri kepada manusia.
  • Menghirup debu terkontaminasi: Menghirup partikel-partikel debu yang mengandung bakteri dari lingkungan yang terkontaminasi juga dapat menyebabkan infeksi demam kelinci.
  • Konsumi daging mentah: Mengkonsumsi daging yang kurang matang dari hewan yang terinfeksi sangat berisiko tinggi hingga dapat menularkan penyakit tersebut.

Penyakit ini lebih ternyata lebih sering menginfeksikan kepada anak-anak yang berusia antara lima sampai sembilan tahun, serta pria yang sudah lanjut usia. Hal ini menunjukkan bahwa kedua kelompok ini mungkin lebih rentan terhadap infeksi demam kelinci.

Ada beberapa hal penting mengenai gejala demam kelinci alias tularemia yang terkena infeksi pada manusia.

Panas dingin

Sensasi merasakan panas sekaligus kedinginan, sering kali terkait dengan fluktuasi suhu tubuh. Dalam artian apabila seseorang mungkin merasakan campuran antara suhu panas dan dingin secara bersamaan. Contohnya, disaat mungkin merasa sangat dingin tetapi juga merasa berkeringat atau panas.

Nyeri otot

Rasa sakit pada otot yang bisa menciptakan ketidaknyamanan serta kelelahan. Hal ini menunjukkan bahwa rasa nyeri otot bisa bervariasi dari ringan hingga berat. Ini merupakan salah satu gejala umum dari banyak penyakit infeksi dan bisa terjadi di seluruh tubuh.

Demam

Suhu tubuh yang tinggi, indikasi adanya infeksi dalam tubuh. Demam sering kali menjadi tanda bahwa tubuh sedang melawan sesuatu, seperti infeksi oleh bakteri, virus, atau mikroorganisme lainnya.

Pembengkakan kjelenjar getah bening

Kelenjar getah bening di tubuh bisa membesar dan terasa sakit, menandakan adanya infeksi. Disisi lain jika tubuh terinfeksi, kelenjar getah bening dapat merespons dengan membengkak dan menjadi nyeri. Pembengkakan ini dapat disebabkan oleh peningkatan aktivitas sel-sel imunitas di kelenjar tersebut

Kelelahan

Rasa lelah yang berlebihan atau sering disebut kelelahan memang bisa menjadi salah satu tanda tubuh sedang melawan infeksi. Ketika tubuh terinfeksi oleh virus, bakteri, atau parasit, sistem kekebalan tubuh akan bekerja ekstra keras

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore