Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Oktober 2024 | 06.14 WIB

Ayah Bunda Perlu Tahu, Berikut 7 Tanda Kesehatan pada Bayi Baru Lahir hingga Balita, Dilihat dari Warna Kotorannya

Ilustrasi bayi dan boneka. (Freepik) - Image

Ilustrasi bayi dan boneka. (Freepik)

JawaPos.com – Warna, tekstur, dan frekuensi kotoran bayi bisa memberikan informasi penting tentang kesehatan si kecil, mulai dari tahap bayi baru lahir hingga balita.

Memahami beberapa tanda kesehatan yang terkait dengan berbagai warna tinja dapat membantu orang tua mengenali potensi masalah kesehatan dan memastikan pertumbuhan optimal bagi buah hati mereka.

Tinja atau feses bayi merupakan hasil pencernaan yang mencerminkan pola makan dan kesehatan sistem pencernaan mereka.

Mengetahui karakteristik feses bayi, seperti warna dan konsistensi, sangat penting bagi orang tua untuk memantau kesehatan dan perkembangan si kecil.

Berikut tujuh tanda kesehatan dari berbagai warna, tekstur, dan frekuensi tinja pada bayi yang baru lahir hingga balita, dilansir dari laman clevelandclinic.

1. Warna kotoran hitam kehijauan

Pada awal kehidupan, tinja bayi berwarna hitam kehijauan dan dikenal sebagai mekonium. Ini adalah hasil dari pembersihan sistem pencernaan bayi yang baru lahir dari zat yang tertelan selama dalam kandungan.

Biasanya, tinja dengan warna ini hanya berlangsung selama beberapa hari pertama setelah lahir. Perubahan warna setelah periode ini perlu diperhatikan. Contohnya, kotoran bayi baru lahir terlihat lengket dan berwarna hitam pekat. Jika warna hitam ini berlanjut lebih dari 48 jam, konsultasi medis akan dibutuhkan.

2. Tinja kuning pada bayi ASI

Bayi yang disusui biasanya memiliki tinja berwarna kuning dengan tekstur berbiji selama minggu pertama kehidupannya. Tinja ini sering kali encer, dan warnanya menyerupai saus mustard.

Hal ini wajar dan tidak perlu dikhawatirkan, terutama jika frekuensi buang air besar tinggi. Bayi yang mendapat ASI mungkin buang air besar beberapa kali sehari dengan tinja berwarna kuning. Ini adalah tanda sistem pencernaan bayi bekerja dengan baik.

3. Kotoran bayi yang mengonsumsi susu formula lebih padat

Bayi yang diberi susu formula memiliki tinja yang lebih tebal dan berwarna lebih gelap, seperti coklat atau hijau. Teksturnya mirip selai kacang dan dapat berbau lebih kuat.

Meskipun berbeda dari bayi yang disusui, kondisi ini juga dianggap normal. Bayi yang diberi susu formula akan buang air besar setiap hari atau lebih sering. Warna dan tekstur tinja akan cenderung lebih kental dan berwarna gelap.

4. Warna kotoran berubah saat MPASI

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore