
ilustrasi seseorang insomnia. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Akhir-akhir ini sering ditemukan permen jeli melatonin yang dirumorkan dapat membantu untuk tidur. Terhitung sejak tahun 2012, tiga juta warga Amerika Serikat telah mengkonsumsi melatonin untuk membantu mereka istirahat. Sebelum membeli, sebaiknya kita mengerti apa itusuplemen melatonin dan bagaimana mereka membantu kita.
Menurut laman John Hopkins Medicine, tubuh kita dapat memproduksi melatonin secara alami. Bukan untuk menidurkan kita, tapi untuk menenangkan badan kita tiap malamnya untuk membantu kita tidur.
Walaupun tubuh kita dapat memproduksi melatonin sendiri, terkadang kita membutuhkan bantuan untuk tidur lebih awal. Seperti orang-orang yang menderita insomnia, atau sesederhana terbiasa baru bisa tidur subuh-subuh.
Produksi melatonin biasanya meningkat dua jam sebelum jam tidur kita. Dan untuk membantu diri kita memproduksi melatonin dengan baik kita dapat berjemur di bawah sinar matahari pagi, atau sering-sering terkena cahaya natural.
Untuk orang-orang yang cenderung mengalami kesulitan untuk tidur, mengkonsumsi suplemen melatonin 30 menit sebelum tidur dapat membantu.
Menurut penjelasan Sleep Foundation, suplemen ini dapat mendorong jam alami tubuh kita untuk mengirim sinyal jam tidur.
Karena itu, suplemen ini dapat membantu mereka yang memiliki tingkat melatonin yang rendah, kesulitan untuk tidur karena stres atau jet lag, mengkonsumsi obat lain yang mengganggu tidur, atau sesederhana tukang lembur yang harus bangun pagi.
Suplemen melatonin juga bagus untuk orang-orang yang mengalami gangguan tidur seperti insomnia, non-24 hour sleep wake rhythm disorder, dan lainnya.
Penelitian apakah melatonin aman untuk anak-anak sangat terbatas, sehingga para orang tua wajib berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.
Akan tetapi suplemen melatonin dapat membantu anak-anak dan remaja yang mengalami gangguan tidur atau pertumbuhan.
Anak-anak dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktif, atau lebih sering disebut ADHD, sering menunjukkan gangguan pada jam alami tubuh mereka. Sehingga suplemen ini mungkin dapat membantu.
Anak-anak dengan autisme juga sering kali mengalami kesulitan untuk tidur dan mendapatkan tidur yang cukup karena kebiasaan atau rutinitas tidur kita yang normal cenderung berbeda dengan mereka.
Akan tetapi untuk anak-anak di bawah umur lima tahun, sebaiknya tidak diberi suplemen ini. Hal tersebut dikarenakan pada umur-umur tersebut mereka sendiri sedang membangun kebiasaan tidur mereka sendiri yang sehat untuk mereka.
Kita juga harus membahas efek samping dari penggunaan terlalu lama suplemen ini.
Sejauh ini, efek-efek yang dialami oleh pengguna adalah mual atau sakit perut, pusing dan sakit sakit kepala, mimpi buruk, kelelahan saat siang hari, dan depresi.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
