JawaPos.com - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meluncurkan alat skrining tuberkulosis (TB) Portable X-Ray. Saat ini, baru ada 25 unit Portable X-Ray pendeteksi TBC yang akan disebarkan ke daerah-daerah yang tinggi kasus TBC-nya.
Diketahui bahwa Indonesia saat ini menempati posisi kedua kasus tertinggi TB di dunia setelah India. Indonesia mencatatkan 1.060.000 kasus baru dan 134.000 kematian setiap tahunnya atau setara dengan 15 kematian akibat TB setiap jam.
"Itu sebabnya kenapa pemerintah sekarang, sejak pandemi Covid-19, TBC ditangani secara agresif melakukan program surveilans untuk menemukan di mana saja," ucap Budi kepada wartawan, Minggu (4/8).
Tim surveilans telah melakukan penemuan 500 ribuan kasus TB pada 2021, meningkat menjadi 700 ribuan kasus pada 2022, dan kembali meningkat menjadi 800 ribuan pada 2023.
"Diharapkan tahun ini 900 ribu kasus TBC ditemukan. Karena kalau kasus TBC ditemukan, bisa langsung diobati, cukup 4 sampai 6 bulan bisa sembuh," ungkap Budi.
"Pasien TBC tidak akan menularkan kalau sudah dikasih obat, sehingga diharapkan makin lama makin sedikit kasus TBC," sambungnya.
Salah satu upaya untuk menemukan kasus TB pada masyarakat adalah dengan Portable X-Ray.
Salah satu daerah prioritas adalah Kota Bandung, Jawa Barat, yang memiliki angka kasus TB yang cukup signifikan.
"Butuhnya untuk nasional, kami merasa masing-masing provinsi harus punya 2 alat portable X-Ray, tapi saat ini kami mau prioritaskan ke provinsi-provinsi yang tinggi kasus TBC-nya," ujar Budi.
Ia menerangkan, Portable X-Ray yang merupakan bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA) saat ini telah tersedia di Indonesia sebanyak 25 unit dana tersebar di 15 kabupaten/kota di 8 provinsi prioritas percepatan eliminasi TBC 2030.
Alat tersebut didistribusikan ke wilayah prioritas dengan kasus TBC tinggi seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Maluku.
Setelah peluncuran di Bandung, diharapkan wilayah lain yang mendapatkan Portable X-Ray dapat segera memulai kegiatan Active Case Finding bulan Agustus ini.