JawaPos.com - Kabar baik bagi penggemar teh hijau atau matcha, minuman yang sering disebut rasa rumput ini ternyata memiliki manfaat untuk kesehatan.
Sering dianggap memiliki rasa yang aneh, rupanya teh matcha memiliki kandungan mikronutrien yang bisa bantu melawan sel kanker.
Matcha memiliki kandungan polifenol yang lebih tinggi dibandingkan dengan seduhan minuman lain seperti dalam jus dan coklat.
Bagaimana polifenol dalam teh matcha bermanfaat dalam melawan sel kanker?
Dilansir dari laman Enjoy Green Tea dan National Library of Medicine pada Senin (23/06), berikut penjelasan selengkapnya.
Kandungan utama dalam teh matcha yang bermanfaat bagi kesehatan adalah polifenol.
Jenis mikronutrien polifenol yang ada dalam teh matcha dipercaya menjadi sumber antioksidan yang dapat melawan radikal bebas.
Bagaimana polifenol bekerja dalam tubuh?
Polifenol adalah senyawa mikronutrien yang banyak terkandung dalam tumbuhan. Senyawa ini memiliki struktur kimia yang kompleks dengan berbagai manfaat kesehatan, salah satunya adalah potensi melawan kanker.
Polifenol bekerja dengan berbagai cara untuk melawan kanker, salah satunya adalah menetralkan radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat merusak sel dan DNA, meningkatkan risiko kanker.
Polifenol bertindak sebagai antioksidan kuat yang mampu menetralkan radikal bebas, sehingga melindungi sel dari kerusakan.
Polifenol juga dapat mengganggu proses pembelahan dan pertumbuhan sel kanker, sehingga memperlambat perkembangannya.
Polifenol dapat mendorong apoptosis sel kanker, sehingga membantu tubuh menyingkirkan sel-sel yang abnormal. Apoptosis adalah proses kematian sel terprogram yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh.
Kandungan polifenol yang tinggi dalam teh matcha
Teh Matcha memiliki kandungan polifenol yang cenderung tinggi dibandingkan dengan berbagai minuman bubuk organik lainnya.
Dalam sebuah penelitian, 100 ml teh matcha terkandung sekitar 178 mg polifenol. Kandungan dalam matcha dapat mencapai dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan teh hijau tradisional.
Dari volume yang sama, seduhan teh hijau mengandung sekitar 85 mg polifenol. Bagaimana dengan kandungan minuman organik lainnya?
Dalam 100 ml seduhan minuman organik, kopi bubuk terkandung 133 mg polifenol, teh hitam 72 mg, jus apel 53 mg, cokelat panas 30 mg.
Meski kandungan tertinggi polifenol ada pada wine merah (241 mg), matcha bisa menjadi pilihan yang lebih aman karena tidak mengandung alkohol.
Matcha bisa memberikan manfaat kesehatan untuk tubuh, dengan catatan, matcha yang dikonsumsi bukanlah bubuk minuman sintetik yang berasal dari perisa minuman.
Rutin mengonsumsi matcha dapat membantu tubuh dalam melawan radikal bebas. Selain kandungan polifenol, ada berbagai mikronutrien lainnya seperti catechin, epigallocatechin gallate (EGCG), rutoside, dan quercetin, yang juga memberi manfaat kesehatan untuk tubuh.***