Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Juni 2024 | 17.43 WIB

Makanan dan Minuman yang Ampuh untuk Mengobati Stress Menurut Penelitian, Ada Matcha hingga Kimchi

ilustrasi matcha latte. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi matcha latte. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Stress merupakan hal yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan sehari-hari.
 
Entah karena pekerjaan, hubungan, atau faktor penyebab lainnya, rasa stress dan penat serng kali menghampiri.
 
Dikutip dari alodokter.com, stress adalah perubahan reaksi tubuh ketika menghadapi ancaman, tekanan, atau situasi yang baru.
 
Ketika sedang mengalami stress, tubuh akan melepaskan hormone adrenalin dan kortisol.
 
Meskipun tidak mungkin untuk menghindari semua penyebab stress, meminimalisir stress akan dapat membantu meningkatkan kesehatan mental dan fisik kita.
 
Ada banyak cara untuk mengatasi bahkan mengobati stress, salah satunya adalah melalui makanan.
 
Journal of Nutrition & Food Sciences juga mencatat bahwa kebutuhan tubuh akan nutrisi tertentu dapat meningkat saat mengalami stress. Nutrisi-nutrisi tersebut termasuk vitamin C, vitamin B, selenium, dan magnesium.
 
 
Mengutip dari halodoc.com, jumlah dan kualitas nutrisi yang kita konsumsi dari waktu ke waktu juga dapat mempengaruhi sirkuit saraf tubuh yang mengontrol emosi, motivasi, dan suasana hati.
 
Saat kita merasa lelah dan penat, sangat penting untuk memperhatikan makanan yang kita pilih.
 
Dengan mengonsumsi makanan yang tepat, akan dapat membantu mengurangi stress, kecemasan, dan gejala depresi.
 
Dilansir dari website health.com, berikut ini beberapa makanan yang dapat meredakan stress berdasarkan penelitian:
 
1. Alpukat
 
Alpukat kaya akan serat dan magnesium, yang mana keduanya merupakan nutrisi yang dapat membantu mengurangi stress.
 
Orang-orang yang mengalami stress tinggi dan kecemasan terbukti memiliki peradangan yang lebih tinggi disbanding populasi umum.
 
Dengan begitu mengonsumsi makanan kaya serat dapat membantu, karena serat dapat mengurangi tingkat peradangan dalam tubuh yang mana juga berpengaruh untuk menurunkan tingkat stress seseorang.
 
 
2. Ikan berlemak
 
Ikan berlemak seperti salmon dan tuna kaya akan senyawa omega-3, L-triptofan, L-tirosin, dan vitamin D.
 
L-triptofan dan L-tirosin dalam ikan berlemak merupakan asam amino yang diperlukan untuk memproduksi dopamine, serotonin dan neurotransmitter untuk mengatur suasana hati. 
 
Studi menunjukkan bahwa makanan yang kaya akan L-triptofan dan asam amino lainnya dapat berpengaruh baik untuk kesehatan mental.
 
Omega-3 dalam ikan berlemak juga dapat mengurangi peradangan tubuh dan memengaruhi area otak yang terlibat dalam merespon stress dan pengaturan suasana hati.
 
3. Sayuran hijau
 
Sayuran hijau memiliki nutrisi pengurang stress yang tinggi dan kaya akan senyawa karotenoid, magnesium, dan vitamin C.
 
Mengonsumsi sayuran hijau dapat membantu meningkatkan kadar magnesium yang dapat mengurangi stress.
 
Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang menerapkan pola makan kaya sayur seperti brokoli dan bayam memiliki tingkat stress yang lebih rendak dibandingkan orang yang tidak kurang mengonsumsi sayuran-sayuran tersebut.
 
 
4. Matcha
 
Matcha adalah bubuk teh hijau yang mengandung senyawa yang dapat memperbaiki suasana hati dan meredakan stress.
 
Matcha kaya akan L-theanine, asam amino yang memiliki efek menghilangkan stress dan anti-kecemasan.
 
L-theanine memiliki kemampuan untuk bekerja pada sistem saraf pusat, memodulasi jalur tertentu dan mempengaruhi reseptor di otak untuk mengurangi gejala stress dan kecemasan.
 
L-theanine dapat membantu mengurangi stress melalui beberapa mekanisme, salah satunya dengan merangsang aktivitas otak yang berhubungan dengan relaksasi.
 
5. Makanan Fermentasi
 
Makanan fermentasi seperti kimchi dan asinan kubis terkenal dapat meningkatkan kesehatan usus.
 
Namun makanan ini juga dapat memengaruhi suasana hati dan tingkat stress.
Studi menunjukkan bahwa makanan fermentasi dapat memengaruhi hormon stress dan dapat membantu mengurangi persepsi stress.
 
 
Dalam studi tahun 2023 yang melibatkan 45 orang, peserta diacak untuk mengikuti diet psikobiotik meliputi buah, sayuran, kacang-kacangan, dan 2-3 porsi makanan fermentasi perhari. Diet tersebut dikontrol selama empat minggu.
 
Pada akhir intervensi empat minggu, mereka yang mengikuti diet ini melaporkan penurunan stress yang dirasakan. Penurunanya hingga 32%. Bahkan mereka yang menjalankan diet ketat mengalami penurunan skor stress yang lebih signifikan.
 
Sekarang sudah tau kan, makanan apa saja yang lebih baik kalian konsumsi saat sedang mengalami stress? Makanan-makanan tersebut juga bukan jenis makanan yang sulit ditemukan sehari-hari.
 
Menghilangkan stress sepenuhnya memang tidak akan mungkin, namun dengan sedikit demi sedikit mengubah kebiasaan dan pola makan dapat berdampak besar pada tingkat stress yang kita rasakan.
 
Memprioritaskan untuk mengonsumsi makanan-makanan yang dikaitkan dengan tingkat stress dan kecemasan tersebut dapat menjadi cara yang cukup efektif untuk meningkatkan ketahanan terhadap stress dan mendukung kesehatan mental kita.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore