Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 April 2023, 19.55 WIB

Khasiat Biji Selasih untuk Kesehatan, Punya Manfaat Prebiotik hingga Antidiabetes

NIKMAT BERKHASIAT: Ratu Tasqia Nazwa menikmati miuman dari biji selasih yang punya julukan biji ajaib. Karena menjadi sumber energi bernilai gizi tinggi dan mampu mendongkrak sistem imunitas. - Image

NIKMAT BERKHASIAT: Ratu Tasqia Nazwa menikmati miuman dari biji selasih yang punya julukan biji ajaib. Karena menjadi sumber energi bernilai gizi tinggi dan mampu mendongkrak sistem imunitas.

Biji selasih kerap ditambahkan ke dalam minuman dingin berbahan utama buah-buahan. Selain bahan makanan, biji selasih punya manfaat bagi kesehatan. Secara turun-temurun digunakan untuk mengatasi diare, tenggorokan sakit, gangguan fungsi ginjal, antioksidan, merangsang sistem saraf, antibakteri, antiradang, dan antidiabetes. Juga punya khasiat pelindung fungsi jantung.

---

DI beberapa negara Asia Barat dan Selatan, biji selasih dipakai sebagai bahan minuman bernama sharbat. Ada yang menyebutnya shorbot, serbet, atau sherbet, Yakni, minuman dingin dan manis dari bermacam buah atau mahkota bunga. Selain biji selasih, bahan baku sharbat yang populer, antara lain, air mawar, mahkota bunga mawar segar, kayu cendana, bunga kembang sepatu, lemon, jeruk, buah mangga, nanas, atau anggur.

Masyarakat muslim di Iran, Pakistan, India, dan Afghanistan menjadikan sharbat sebagai minuman berbuka puasa saat Ramadan. Nah, sharbat diyakini bisa menjadi minuman menyehatkan yang memenuhi selera kaum muda. Hal itu disebabkan kandungan serat alamiah pada bahan yang dimanfaatkan.

Selasih adalah tanaman dari berbagai jenis Ocimum suku Lamiaceae. Antara lain, Ocimum basilicum (kemangi), Ocimum sanctum, dan Ocimum tenuiflorum. Dalam bahasa Inggris dinamakan basil. Jadi, biji selasih disebut basil seed. Nama lain yang juga populer adalah sabja seed. Warna biji hitam berbentuk oval, berukuran panjang 2,41–3,11 mm; lebar 1,3–1,82 mm; dan tebal 0,99–1,34 mm. Variasi ukuran ditentukan faktor lokasi dan kondisi geografis tempat tumbuh tanaman, waktu, dan cara panen.

Biji yang direndam air akan mengembang dan menghasilkan massa seperti gelatin. Bentukan gelatinus terjadi karena terdapat kandungan lapisan polisakarida glukomanan dan xylan pada dinding luar biji. Massa itulah yang berfungsi sebagai pengental dan stabilizing agent pada produk makanan dan minuman berbahan biji selasih.

Biji selasih punya julukan biji ajaib. Itu berkaitan erat dengan kekayaan sumber energi bernilai gizi tinggi dan mampu mendongkrak sistem imunitas. Kalorinya rendah, mengandung 42 persen karbohidrat, 20 persen protein, dan 25 persen lemak baik. Kualitas serat dan asam lemak omega 3 sangat baik. Juga, ada kandungan mineral kalium, manganum, zat besi, kalsium, magnesium, vitamin C, dan folat.

Kandungan protein biji selasih cukup tinggi sehingga bisa dipertimbangkan sebagai sumber protein nabati bagi para vegetarian. Zat fito kandungannya, antara lain, alkaloid, terpen, flavonoid, dan tanin.

Kesehatan Sistem Pencernaan

Selain meningkatkan cita rasa makanan dan minuman, biji selasih bermanfaat untuk menyehatkan sistem pencernaan. Yang menjadi faktor utama adalah kekayaan serat pada biji selasih yang bisa menyerap air yang diperlukan untuk kerja saluran cerna. Dampaknya, feses menjadi lunak sehingga memperlancar gerakan usus besar dan konstipasi pun bisa teratasi.

Kandungan polisakarida pektin biji selasih terbukti punya manfaat prebiotik. Artinya, berperan dalam proses modifikasi komposisi dan metabolisme bakteri usus yang menguntungkan. Proses itu membantu menjaga keseimbangan jumlah bakteri baik. Yakni, bakteri yang diperlukan untuk membantu kelancaran proses pencernaan makanan dalam usus. Gangguan keseimbangan pertumbuhan bakteri menguntungkan bisa menyebabkan berbagai masalah. Di antaranya, diare berkepanjangan.

Kombinasi serat dan protein biji selasih dalam saluran cerna ikut andil pada penurunan berat badan lantaran bisa membuat kita tidak terlalu cepat lapar. Dengan begitu, nafsu makan lebih terkendali.

Penurun Kadar Gula Darah

Info penggunaan biji selasih secara tradisional sebagai antidiabetes menarik perhatian para peneliti. Peneliti India, misalnya, mencoba untuk membuktikannya. Studi dilakukan pada hewan percobaan tikus yang mengalami diabetes. Pada percobaan itu, digunakan obat antidiabetes kimiawi sebagai pembanding. Hasilnya, memang terjadi penurunan kadar gula darah pada kelompok tikus yang diberi ekstrak biji selasih secara signifikan.

Analisis hasil menunjukkan, penurunan itu ditengarai terjadi melalui perbaikan struktur sel kelenjar pankreas. Kelenjar tersebut merupakan penghasil hormon insulin yang diperlukan untuk mengendalikan kadar glukosa dalam darah. Penelitian tersebut memang perlu berlanjut. Namun, hasil itu memberikan harapan potensi pengembangan ekstrak biji selasih sebagai obat antidiabetes tipe 2. (*)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore