Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Juni 2024 | 20.10 WIB

Kanker Kolorektal Meningkat di Kalangan Remaja, Ilmuwan Ungkap Dugaan Penyebabnya

Ilustrasi kanker kolorektal./ National Cancer Institute

JawaPos.com - Pederita kanker kolorektal dari tahun ketahun dikabarkan terus meninfkat dan menyerang generasi muda atau remaja.

Saat ini, para ilmuwan sedang meneliti bagaimana pola makan tinggi lemak, dan rendah serat dapat memacu perubahan pada sistem pencernaan yang meningkatkan risiko kanker kolorektal stadium awal.
 
Para peneliti dari Ohio State University (OSU) mengatakan, bahwa diet tertentu dapat mengganggu keseimbangan bakteri dalam saluran pencernaan Anda.
 
Hal tersebut dapat menyebabkan peradangan yang membuat sel lebih cepat menua, dan membuatnya lebih rentan terhadap kanker.
 
Mereka mempresentasikan temuan mereka pada akhir Mei 2024, pada pertemuan tahunan American Society of Clinical Oncology di Chicago.
 
Para ilmuwan OSU menemukan, bahwa penderita kanker kolorektal stadium awal secara biologis rata-rata berusia 15 tahun lebih tua daripada usia kronologis mereka. 
 
Pasien yang terkena kanker kolorektal stadium lanjut memiliki usia biologis, dan kronologis yang sama. Usia biologis adalah usia sel, jaringan, dan organ tubuh.
 
Mulai dari genetika, paparan lingkungan, dan faktor gaya hidup seperti pola makan, olahraga, dan kebiasaan tidur mempengaruhi usia biologis. Usia kronologis mengacu pada jumlah tahun seseorang telah hidup.
 
Para peneliti OSU menyalahkan Fusobacterium, bakteri yang biasa ditemukan di dalam mulut yang dicurigai memicu pertumbuhan kanker kolorektal.
 
Ilmuwan kanker lainnya juga telah mengeksplorasi hubungan bakteri tersebut dengan kanker kolorektal.
 
“Mikroba dapat dimanipulasi jika dapat ditargetkan. Jadi kita melihat bahwa mikroba ini masuk ke tumor, dan mungkin berkontribusi secara aktif terhadap perkembangan penyakit," ujarnnya dikutip New York Post. 
 
"Kita dapat memanfaatkan informasi tersebut dan memikirkan cara mencegahnya,” jelas Susan Bullman, yang telah mempelajari hubungan antara mikroba dan kanker, baru-baru ini.
 
Ketika para peneliti mencoba mempelajari lebih lanjut, tentang apa yang menyebabkan kanker kolorektal stadium awal, karena orang-orang di usia muda terus didiagnosis di seluruh dunia dengan angka yang mengejutkan.
 
Dikutip American Cancer Society, 20 persen kasus kanker kolorektal yang terjadi di tahun 2019 menyerang orang dengan usia kurang dari 55 tahun, meningkat dari 11 persen pada tahun 1995.
 
Penelitian telah menyatakan bahwa asupan serat makanan yang tinggi dapat menurunkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker kerongkongan, lambung, usus besar, dan dubur.
 
Serat dikatakan 'memberi makan' untuk bakteri usus yang sehat, para ahli menyarankan mengkonsumsi buah-buahan seperti jeruk dan apel, biji-bijian, kacang-kacangan dan biji-bijian dapat menurunkan risiko kanker.
 
Dikutip dari New York Post, perempuan dianjurkan untuk mendapatkan 25 gram serat per hari, sementara pria harus mencapai 38 gram.
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore