
Ilustrasi Hipertensi.
JawaPos.com – Tekanan darah manusia terkadang bisa melebihi ambang batas normal. Jika kondisi ini terjadi, maka orang tersebut dapat dikatakan terkena hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Melansir situs resmi Siloam Hospital, tekanan darah terbagi atas sistolik dan diastolik.
Angka pada tekanan sistolik menunjukkan aktivitas jantung ketika memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara diastolik adalah ketika jantung menerima darah dari seluruh tubuh.
Jika tekanan atas atau sistolik melebihi angka 140 mmHg, patut dicurigai adanya tekanan darah yang terlalu tinggi dan mengarah pada hipertensi.
Apa yang Menyebabkan Hipertensi?
Belakangan diketahui bahwa hipertensi juga terjadi pada orang dengan usia yang masih relatif muda. Hal ini berarti faktor usia bukan satu-satunya pencetus tekanan darah tinggi.
Ada hipertensi yang sebabnya tidak dapat ditelusuri secara pasti. Inilah yang disebut hipertensi primer yang paling sering umum ditemukan.
Sementara itu, ada hipertensi sekunder yang muncul karena banyak faktor pencetus dari penyakit lain. Hipertensi jenis ini bahkan bisa terjadi pada anak-anak.
Beberapa penyakit atau kondisi yang bisa menjadi pemicu tekanan darah tinggi di antarnya hipertiroidisme, penyakit jantung bawaan, gangguan tidur, kecanduan alkohol atau narkotika.
Selain itu, hipertensi juga bisa diakibatkan karena stres atau emosi. Contoh yang paling mudah, ketika akan menghadapi tes SWAB, orang cenderung panik dan meningkat tekanan darahnya.
Aktivitas fisik yang kurang seperti jarang berolahraga juga merupakan salah satu faktor penyebab tekanan darah tinggi.
Ibu hamil, penderita diabetes, perokok atau orang yang kerap mengonsumsi makanan dengan garam berlebih juga bisa mengalami peningkatan tekanan darah.
Gejala Hipertensi
Sebenarnya hipertensi dikenal sebagai penyakit tanpa gejala. Itulah sebabnya, tekanan darah tinggi menjadi silent killer, karena penderitanya cenderung tidak merasakan gejala fisik apapun.
Namun demikian, ada beberapa gejala umum yang bisa dicermati dan dicurigai mengarah pada hipertensi seperti mual dan muntah, sakit kepala, mimisan atau gangguan penglihatan.
