
Ilustrasi naik tangga./Pinteres
JawaPos.com - Kebanyakan orang merasa aktivitas naik tangga bisa sangat menantang secara fisik dan menyebabkan napas tak terkendali atau ngos-ngosan.
Jika diminta memilih untuk menggunakan lift dan eskalator atau tangga, kebanyakan orang pasti akan memilih lift atau eskalator.
Sebab, lift dan eskalator tidak hanya membuat aktivitas berpindah dari satu lantai ke lantai lain menjadi lebih cepat, tapi juga mudah.
Aktivitas menaiki tangga sebenarnya sama seperti olahraga yang membutuhkan pemanasan. Namun, masalahnya jarang ada orang yang mau melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum naik tangga.
Akibatnya, otot tidak siap untuk melakukan pendakian, yang membuat aktivitas naik tangga terasa lebih menantang. Sebelum berolahraga, normalnya individu perlu melakukan pemanasan terlebih dahulu.
Pemanasan sebelum olahraga ini sangat penting karena mempersiapkan otot untuk beraktivitas dan memfasilitasi aliran oksigen ke otot-otot.
Mendapatkan oksigen yang cukup untuk otot akan meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan efisiensinya.
Berlari merupakan aktivitas gerak maju, tetapi aktivitas berjalan menaiki tangga mengharuskan kamu bekerja melawan gravitasi.
Jika kamu menganalisis gerakan naik tangga, kamu perlu bergerak secara horizontal sekaligus vertikal, yang berarti kamu harus mendorong diri ke depan sambil mengangkat beban tubuh.
Selain itu, pastikan untuk naik tangga dengan perlahan saja agar tidak menaikkan denyut jantung dengan terlalu cepat. Kemudian, setiap kali menapak anak tangga, atur nafas dengan baik agar kebutuhan oksigen tubuh bisa tercukupi.
Tips lain agar tidak mudah ngos-ngosan naik tangga adalah dengan membiasakan diri untuk menggunakannya alih-alih memakai eskalator atau lift. Dengan terbiasa menaiki tangga, tubuh juga akan terbiasa dengan aktivitas berat ini sehingga membuat kita tidak mudah ngos-ngosan.
Gejala-gejala ini disebabkan oleh berbagai alasan, baik medis maupun lingkungan, ini alasan mudah Ngos-ngosan saat menaiki tangga :
Jalan kaki menaiki tangga membuat organ jantung dan paru-paru bekerja lebih keras. Organ paru-paru membantu mengalirkan oksigen ke darah, sementara jantung memompa darah beroksigen ke seluruh tubuh. Kedua aktivitas ini membutuhkan lebih banyak energi, Di sisi lain jalan kaki menaiki tangga membuat menggerakkan beban tubuh dengan otot kaki.
Napas ngos-ngosan saat jalan kaki juga bisa disebabkan karena melewatkan pemanasan. Saat menaiki tangga dan belum melakukan pemanasan apapun, tubuh akan mengalami perubahan mendadak dalam kebutuhan oksigen, dikutip dari Self. Lonjakan permintaan ini dapat dengan cepat meningkatkan detak jantung dan laju pernapasan.
Saat menaiki tangga, akan menggerakkan otot-otot terbesar dalam tubuh, termasuk otot bokong, paha depan, dan betis. Kegiatan ini juga melibatkan otot inti tubuh. Semakin curam tangga yang lalui, semakin sulit pula otot-otot tersebut harus bekerja. Hal ini karena jalan kaki mengambil langkah yang lebih besar mengharuskan merekrut lebih banyak serat otot. Akibatnya, tubuh membutuhkan oksigen untuk memasok energi ke otot semakin banyak menaiki tangga, semakin banyak pula oksigen yang diperlukan untuk mempertahankan kegiatan tersebut.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
