
Ilustrasi - Anak-anak sedang melakukan aktivitas fisik di kolam renang. ANTARA/Sizuka
JawaPos.com - Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi pediatri RS Cipto Mangunkusumo dr. Rizky Kusuma Wardhani Sp.KFR Ped. (K) mengatakan anak yang melakukan aktivitas fisik kurang lebih selama tiga jam sehari dapat berdampak positif pada stimulasi tumbuh kembangnya, dikutip dari ANTARA.
“Anak yang melakukan aktivitas fisik, saat melakukannya otot bekerja memanjang dan memendek, ini memberikan rangsangan terhadap tulang untuk menambah ukuran besar atau panjang,” kata Rizky dalam diskusi daring yang diikuti di Jakarta, Selasa (2/4).
Rizky mengatakan pada anak berusia 3-5 tahun, lakukan aktivitas yang disukai anak seperti berlari, atau sekadar melompat baik di dalam rumah atau di luar selama kurang lebih tiga jam.
Baca Juga: Kontrak dengan SC Heerenveen Habis di Akhir Musim, Thom Haye Dikabarkan Menyusul Jay Idzes ke Italia
Pada usia sekolah yakni 6-17 tahun, diharapkan selain aktivitas bergerak selama tiga jam, juga ditambahkan dengan aktivitas olahraga yang terstruktur dan terencana minimal tiga kali seminggu dengan durasi 60 menit.
“Kalau usia 3-5 tahun variasinya banyak, aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai atau melakukan pekerjaan rumah atau bergerak di dalam rumah, kalau aktivitas fisik sedang sampai berat lebih melelahkan seperti lari, bersepeda dengan durasi waktu atau jarak tempuh yang lebih jauh, jadi aktivitas fisik boleh apapun yang penting anak bergerak,” katanya.
Aktivitas fisik yang dilakukan seperti posisi berlari, melompat atau berdiri, merupakan kondisi yang menahan berat badan tubuh. Dengan posisi ini, tulang menahan berat tubuh sehingga membuat tulang menjadi kompak dan padat, dan akan menstimulasi pertumbuhan anak secara ukuran menjadi lebih cepat tinggi.
Baca Juga: Sidang Perdana Eks Kabasarnas, Marsdya Henri Alfiandi Terima Suap Rp 8,6 M Berkode Dana Komando
Selain itu, secara perkembangan, aktivitas fisik juga dapat merangsang motorik kasar maupun halus sehingga dapat melakukan kegiatan fisik yang lebih kompleks atau melakukan kegiatan yang melibatkan tangan menjadi lebih terampil. Aktivitas fisik juga dapat melatih perkembangan sosialnya dengan bermain bersama teman sebaya atau komunitas.
“Perkembangan juga dilihat secara kognitif, aktivitas fisik memiliki dampak pada fungsi otak atau kognitif atau kepintaran anak, itu membantu anak mendapatkan kemampuan akademis yang lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak melakukannya,” jelas Rizky.
Rizky mengatakan aktivitas fisik dapat mengurangi dampak buruk dari obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular, dan bergerak juga penting baik untuk kesehatan fisik maupun mental anak serta merangsang tumbuh kembang anak lebih optimal sesuai usianya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
