
Ilustrasi seseorang tidur mendengkur.
JawaPos.com – Mendengkur saat tidur terkadang dianggap hal biasa oleh sebagian orang. Banyak juga yang menganggap kalau hal tersebut disebabkan oleh kecapekan. Bagaimana jika terjadi setiap hari?
Banyak juga yang mengatakan mendengkur bukanlah kebiasaan baik, sehingga apabila orang di sekitar tidur dengan mendengkur mereka akan membangunkannya. Namun, kebanyakan dari mereka tidak menyadari kalau hal tersebut merupakan gejala sleep apnea.
Dilansir dari Alodokter.com sleep apnea merupakan gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan seseorang terhenti selama beberapa kali saat tidur. Biasanya hal tersebut ditandai dengan mendengkur dan tetap merasa ngantuk meski sudah tidur lama.
Tentu saja kondisi seperti itu sangatlah berbahaya, sebab ketika seseorang berhenti bernapas selama beberapa detik dan berangsur-angsur akan mengakibatkan kekurangan oksigen. Sehingga pengidap sleep apnea sering mengeluh sesak napas di malam hari.
Sleep apnea disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:
Obstructive sleep apnea, hal ini terjadi ketika otot belakang tenggorokan terlalu rileks atau lunak, sehinggan membuat saluran pernapasan menyempit atau menutup saat menarik napas.
Central sleep apnea, kondisi ini terjadi ketika otak tidak bisa mengirimkan sinyal dengan baik ke otot, sehingga otot tidak mampu mengontrol pernapasan.
Complex sleep apnea, jenis ini merupakan gabungan dari kedua jenis penyebab di atas, obstructive sleep apnea dan central sleep apnea.
Melansir dari Inaheart.or.id terdapat delapan tanda serta gejala sleep apnea yang paling umum terjadi, yaitu:
· Mendengkur dengan keras
· Terengah-engah saat tidur
· Bangun tidur dengan keadaan mulut kering
· Kesulitan tidur di malam hari (insomnia)
· Sakit kepala ketika bangun di pagi hari
· Kantuk yang berlebihan di siang hari (hypersomnia)
· Menimbulkan perasaan mudah tersinggung dan marah
· Kesulitan untuk konsentrasi
Gejala sleep apnea terkadang tidak disadari oleh diri sendiri, biasanya diketahui oleh orang sekitarnya. Maka dari itu perlunya kepekaan orang disekitar serta bisa dilakukan dengan cara kesadaran diri.
Kondisi sleep apnea harus diwaspadai, karena apabila tidak segera ditangani akan berujung pada gangguan kesehatan lainnya. Risiko kesehatan yang disebabkan sleep apnea seperti serangan jantung, hipertensi, serta stroke.
Sleep apnea dengan gejala ringan dapat diatasi secara mandiri, seperti berhenti merokok, berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol, menurunkan berat badan, dan pola hidup yang lebih baik. namun apabila kondisinya semakin parah, pengidap memerlukan penanganan medis.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
