Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Mei 2026 | 14.30 WIB

Jangan Anggap Sepele! Kenali 8 Penyebab Tidur Mendengkur dan Risiko Kesehatannya

Ilustrasi tidur mendengkur (Magnific) - Image

Ilustrasi tidur mendengkur (Magnific)

JawaPos.com – Mendengkur atau ngorok saat tidur sering dianggap hal biasa. Padahal, suara dengkuran bisa menjadi tanda adanya gangguan pada saluran napas saat seseorang tertidur. Kondisi ini tak hanya mengganggu pasangan atau anggota keluarga, tetapi juga bisa menurunkan kualitas tidur penderitanya.

Mendengkur terjadi ketika aliran udara melewati jaringan yang rileks di tenggorokan, lalu menimbulkan getaran sehingga terdengar suara. Intensitasnya bisa ringan, sesekali, hingga keras dan terjadi hampir setiap malam.

Pada sebagian kasus, mendengkur hanyalah efek kelelahan atau posisi tidur. Namun pada kondisi tertentu, dengkuran juga dapat menjadi gejala gangguan serius seperti sleep apnea. Karena itu, penting mengetahui apa saja penyebab mendengkur agar bisa ditangani lebih tepat.

Dilansir dari Alodokter, Halodoc dan Klik Dokter, berikut beberapa penyebab mendengkur yang umum terjadi.

1. Posisi Tidur Telentang

Salah satu penyebab paling umum mendengkur adalah posisi tidur telentang. Saat tidur terlentang, lidah dan jaringan lunak di belakang tenggorokan cenderung jatuh ke belakang. Kondisi ini membuat saluran napas menyempit sehingga udara yang lewat menimbulkan getaran dan suara dengkuran. Jika sering ngorok saat telentang, cobalah tidur menyamping untuk membantu membuka jalur napas.

2. Kelelahan dan Kurang Tidur

Tubuh yang terlalu lelah dapat membuat otot-otot tenggorokan menjadi lebih rileks saat tidur. Saat jaringan terlalu kendur, saluran napas lebih mudah menyempit. Akibatnya, seseorang bisa mendengkur meski biasanya tidak ngorok. Kondisi ini sering terjadi setelah begadang, kerja berat, atau kurang tidur selama beberapa hari.

3. Berat Badan Berlebih

Kelebihan berat badan, terutama penumpukan lemak di area leher, dapat menekan saluran napas ketika tidur. Semakin sempit jalur udara, semakin besar kemungkinan timbul getaran yang menyebabkan dengkuran. Obesitas juga menjadi faktor risiko utama sleep apnea, yaitu gangguan napas saat tidur yang perlu penanganan medis.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore