Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Maret 2024 | 03.05 WIB

Mengenal Vitamin B Kompleks, Suplemen Ajaib yang Dapat Bantu Atasi Gejala Stres, Depresi, Kecemasan

Ilustrasi suplemen Vitamin B Complex (pexels.com/Nataliya Vaitkevich) - Image

Ilustrasi suplemen Vitamin B Complex (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

JawaPos.com - Vitamin B kompleks merupakan sekelompok nutrisi yang terbentuk dari kombinasi delapan jenis vitamin B yang larut dalam air.

Adapun delapan komponen vitamin B kompleks yakni Tiamin, Riboflavin, Niasin atau niacinamide, Asam pantotenat, Piridoksin, Biotin, Folat, dan Cobalamin atau sianokobalamin.

Seluruh komponen dalam vitamin b kompleks sangat bermanfaat untuk menjaga metabolisme tubuh, bahkan mengurangi gejala stress, depresi, dan kecemasan.

Stress, dalam jumlah kecil, memang baik untuk seseorang. Namun, jika terus-menerus merasa tegang, tubuh secara otomatis akan melemah.


Hal ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari kesehatan mental yang buruk hingga sistem kekebalan tubuh yang melemah.

Tidak heran jika banyak orang melakukan berbagai cara untuk meredakan tingkat stress, seperti meditasi, olahraga, dan perawatan diri.

Namun selain teknik-teknik yang umum digunakan ini, banyak juga yang beralih ke vitamin B kompleks untuk mengurangi stres.

Vitamin B dapat dijumpai dalam makanan utuh seperti oatmeal, pisang, dan bayam berupa mikronutrien. Namun, karena banyak orang tidak dapat memenuhi nutrisi ini, maka suplemen vitamin B kompleks sangat membantu.

Berikut ini cara kerja Vitamin B kompleks untuk meringankan ketegangan psikologis dan meningkatkan pertahanan tubuh terhadap stress.

Dilansir dari laman llamanaturals.com pada 28 Maret 2022, berikut ini penjelasan ilmiah tentang cara kerja vitamin b kompleks dalam mengurangi stress.

Cara Kerja Vitamin B Kompleks dalam Mengurangi Stress

Vitamin B berperan sebagai koenzim esensial dalam produksi energi sel tubuh. Antioksidan ini membantu menjaga fungsi-fungsi vital, seperti sistem saraf dan sistem kekebalan tubuh  agar tetap berjalan dengan lancar.

Selain itu, ada keterkaitan antara vitamin B dan kadar homosistein dalam tubuh manusia. Homosistein adalah asam amino yang meningkat secara berlimpah ketika seseorang mengonsumsi makanan kaya daging.

Kandungan homosistein yang tinggi telah banyak ditemukan pada individu yang kekurangan vitamin B akibat mengalami depresi.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore