Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 April 2023 | 12.48 WIB

Waspadai Kondisi Hipoglikemia dan Hiperglikemia pada Diabetisi, Rutin Cek Gula Darah

FOTO ILUSTRASI DIPERAGAKAN KADEK AYU. UKUR FAKTOR RISIKO: Rasa lapar yang luar biasa disertai keringat dingin, jantung berdebar, dan pusing merupakan tanda hipoglikemia. Diabetisi bisa tetap berpuasa, tetapi dengan pantauan dokter.

Perubahan pola makan saat berpuasa menjadi tantangan tersendiri bagi pasien diabetes. Tidak adanya asupan kalori berisiko hipoglikemia. Sebaliknya, kalori berlebihan saat berbuka bisa memicu hiperglikemia. Konsultasikan dengan dokter agar puasa aman dan sehat.

---

TUBUH tidak mendapat asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 14 jam saat berpuasa. Kondisi itu bisa mengakibatkan gula darah turun di bawah 70 mg/dL atau hipoglikemia.

Sebaliknya, kadar gula bisa naik di atas 200 mg/dL hingga terjadi hiperglikemia akibat makan tidak terkontrol saat berbuka puasa. ’’Keduanya sama berbahayanya, bisa menimbulkan keadaan komplikasi akut diabetes hingga terjadi koma,’’ tutur Dr dr Hermina Novida SpPD-KEMD FINASIM.

Namun, lanjut dia, hipoglikemia jauh lebih membahayakan. Sebab, tubuh yang tidak mendapat asupan akan mengambil cadangan kalori pada organ lain. Pada kondisi hipoglikemia, cadangan glukosa akan habis dalam waktu 6 jam.

’’Nah, otak tidak bisa menggunakan cadangan energi lain, hanya glukosa. Jadi, kalau tidak segera diatasi kondisi hipoglikemia itu, pasien bisa mengalami penurunan kesadaran berkepanjangan,’’ jelas dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes di RS Mitra Keluarga Surabaya Darmo Satelit tersebut.

Kondisi hipoglikemia juga bisa terjadi pada pasien dengan gangguan liver atau gangguan ginjal berat. Yang otomatis tidak memiliki cadangan energi yang dibutuhkan pada saat berpuasa. Orang yang tidak memiliki riwayat diabetes juga bisa mengalami, meski risikonya lebih kecil.

’’Bisa terjadi pada orang normal yang asupan kalorinya menurun sangat drastis, misal melewatkan sahur,’’ lanjutnya.

Dan, tentu saja pasien diabetes, terutama yang tidak melakukan penyesuaian dosis dan cara minum obat. Sebab, obat diabetes bekerja untuk menurunkan gula darah. Ketika berpuasa, jumlah asupan kalori berkurang. Jika dosis obatnya tidak diubah, pasien akan berisiko hipoglikemia.

’’Sebaliknya, pasien yang melewatkan obat diabetes, gula darahnya bisa naik atau hiperglikemia,’’ urai staf pengajar FK Unair dan RSUD dr Soetomo Surabaya itu.

Hiperglikemia juga bisa dialami orang yang tidak diabetes. Sebagai akibat dari asupan kalori berlebihan saat berbuka sehingga menimbulkan kenaikan gula darah. ’’Misalnya, pada saat berbuka karena mungkin lapar sekali, makannya jadi berlebihan. Sudah ada takjil, kurma, ditambah kolak, ditambah makan nasi,’’ tambahnya.

Karena itu, saat merasakan gejala seperti rasa lapar yang luar biasa disertai keringat dingin berlebih, jantung berdebar, pusing, dan berkunang-kunang, segera cek gula darah. Agar tidak sampai jatuh dalam kondisi koma. ’’Apabila dicek dan benar hipoglikemia, segera batalkan puasa. Jika di rumah tidak ada alat ukur gula darah, bisa batalkan supaya tidak sampai komplikasi,’’ ujarnya.

Untuk hiperglikemia, akan timbul keluhan seperti lemas, sulit konsentrasi, kencing banyak, hingga hipertensi. Kalau terlalu tinggi, bahkan bisa terjadi komplikasi krisis hiperglikemia. Terdapat dua kondisi krisis hiperglikemia yang berbahaya. Yakni, koma ketoasidosis diabetik dan hyperosmolar hyperglycemic state. ’’Ketika gula darahnya di atas 500, itu berisiko komplikasi krisis hiperglikemia,” tuturnya.

Diabetisi harus konsultasi dengan dokter sebelum berpuasa untuk penilaian faktor risiko. Pasien yang gula darahnya tinggi dan ada komplikasi termasuk berisiko tinggi. Sebaliknya, pasien yang gula darahnya terkontrol, obat-obatannya tidak terlalu banyak, memiliki risiko rendah.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore