
ilustrasi suplemen vitamin D. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Banyak orang mengonsumsi suplemen vitamin D terutama pada musim dingin atau hujan lantaran sulit mendapatkan dosis harian dari sinar matahari.
Vitamin D larut dalam lemak, diperlukan untuk kesehatan secara umum, juga untuk beberapa fungsi spesifik dalam tubuh.
Seseorang mungkin memperhatikan bahwa beberapa susu cenderung diperkaya vitamin D guna membantu tubuh menyerap kalsium untuk tulang, dukung fungsi otot dan saraf, kesehatan jantung, dan kekebalan tubuh.
Adapun kondisi tertentu dapat memicu kekurangan vitamin D misal penuaan, osteoporosis, penyakit saraf, gangguan malabsorpsi, penyakit ginjal dan hati, depresi, dan rakhitis.
Meski begitu, kulit menghasilkan vitamin D saat terkena sinar matahari. Jika seseorang mendapat paparan sinar matahari, ada hal-hal tertentu yang bisa melindungi kulit seperti polusi, tabir surya, dan kandungan melanin, dikutip dari EatingWell, Jumat (8/3).
Menurut Frontiers in Nutrition, penelitian menunjukkan seseorang bisa mendapatkan cukup vitamin D dengan membiarkan tubuh terkena sinar matahari pada tengah hari antara jam 10 pagi dan 4 sore selama 5-30 menit setidaknya dua kali seminggu.
Selain sinar matahari dan suplemen, vitamin D juga terdapat pada beberapa makanan misal kuning telur, jamur yang terkena sinar UV, dan ikan salmon, tuna, serta sarden. Beberapa makanan juga diperkaya vitamin D termasuk susu, sereal, dan jus.
Sementara itu, menurut Brazilian Journal of Nephrology, banyak kasus keracunan vitamin D dimulai dari kekurangan vitamin D.
Dalam menganalisis data, para peneliti menemukan orang-orang yang kekurangan vitamin D mengonsumsi suplemen dalam dosis lebih tinggi dari yang direkomendasikan atau suplemen tersebut dikombinasikan dengan makanan mengandung vitamin D, sehingga kelebihan batas.
Biasanya jenis toksisitas ini terjadi seiring berjalannya waktu, dibandingkan dengan overdosis vitamin secara bersamaan.
“Tidak seperti vitamin lainnya, vitamin D bertindak seperti hormon, jika kelebihan vitamin D dalam tubuh dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti hiperkalsemia (kadar kalsium yang tinggi dalam darah),” jelas Senior Nutrition & News Editor Maria Laura Haddad Garcia.
“Penumpukan vitamin D dalam tubuh terjadi ketika mengonsumsi vitamin D dosis sangat tinggi selama beberapa bulan. Selain itu, vitamin D larut dalam lemak, tubuh tidak dapat membuangnya seperti halnya vitamin yang larut dalam air,” tambahnya.
Penting untuk dicatat bahwa keracunan vitamin D tidak terjadi akibat paparan sinar matahari karena tubuh membatasi jumlah vitamin D yang dihasilkan dari sinar UV, menurut National Institutes of Health (NIH).

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
