Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Maret 2024 | 20.40 WIB

Kenali 5 Perbedaan Obesitas dan Overweight yang Kerap Dianggap Sama, Bisa Pakai IMT

Kenali perbedaan obesitas dan overweight. (Sumber foto: Freepik)

JawaPos.com - Obesitas dan kegemukan atau overweight merupakan kondisi umum berhubungan dengan kelebihan lemak tubuh. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti genetika, riwayat keluarga, kebiasaan makan, kurangnya aktivitas fisik atau pergerakan.

Indeks Massa Tubuh (IMT) digunakan untuk mengetahui apakah seseorang overweight atau obesitas dengan mengukur lemak tubuh berdasarkan berat dan tinggi badan. Ini didefinisikan sebagai massa tubuh seseorang (dalam kilogram atau kg) dibagi dengan kuadrat tinggi badan seseorang (dalam meter).

Obesitas adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan penumpukan lemak tubuh berlebihan hingga berdampak buruk pada kesehatan. Biasanya ditentukan dengan mengukur BMI seseorang, kata ahli bedah Vikas Kapur, dikutip JawaPos.com dari Healthshots, Senin (4/3).

Sedangkan overweight, juga dinilai menggunakan BMI, mengacu pada berat badan lebih besar dari apa yang dianggap sehat untuk tinggi badan tertentu.

Sebanyak 2,5 miliar orang dewasa berusia 18 tahun ke atas ditemukan alami kegemukan pada tahun 2022, menurut badan kesehatan dunia WHO. Dari jumlah tersebut, 890 juta orang mengalami obesitas.

Lantas, apa saja perbedaan dari obesitas dan overweight?

1. Derajat kelebihan lemak tubuh

Obesitas dan overweight disebabkan oleh terlalu banyak lemak tubuh. Obesitas melibatkan akumulasi lemak tubuh yang lebih signifikan dibandingkan kegemukan.

2. Risiko kesehatan

Orang kegemukan tetap bisa sehat jika menjaga kebiasaan gaya hidup baik seperti rutin berolahraga, pola makan seimbang, tidur cukup, dan manajemen stres. Namun, membawa berat badan berlebih memang meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Meskipun obesitas dan overweight sama-sama menimbulkan risiko kesehatan, tapi tingkat keparahan dan kemungkinan komplikasi cenderung lebih tinggi pada obesitas. Kondisi seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan penyakit kardiovaskular lebih banyak terjadi pada penderita obesitas, jelas sang ahli.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore