
Obesitas dan Kesepian sebabkan kematian dini/creativeimage-freepik/
JawaPos.com - Profesor Nurul Hartini, seorang psikolog dari Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, menyatakan bahwa banyak penelitian telah dilakukan mengenai hubungan antara kematian dini dengan kesepian dan obesitas, dikutip dari Radar Surabaya (JawaPos Grup) Senin (19/2).
Menurut Nurul, ada dua asumsi yang berkaitan dengan hal ini. Pertama, kesepian dapat menyebabkan obesitas dan akhirnya kematian dini, atau kedua, obesitas dapat menyebabkan kesepian yang kemudian berujung pada kematian dini.
Dalam asumsi pertama, seseorang mungkin mengalami kesepian yang mengarah pada tindakan-tindakan yang merugikan kesehatan mereka, seperti tidak mampu mengendalikan berat badan.
Atau sebaliknya, seseorang dengan obesitas mungkin mengalami stigmatisasi sosial dan kesulitan beradaptasi, yang kemudian membuat mereka merasa kesepian dan meningkatkan perilaku negatif lainnya.
“Atau dapat pula orang dengan obesitas menerima stigma masyarakat bahwa dirinya tidak sesuai standar kecantikan atau hal negatif lain, kemudian tidak bisa beradaptasi, mengurung diri, dan merasa kesepian, kemudian meningkatkan aktivitas negatif lainnya,” ungkap Nurul.
Nurul menjelaskan bahwa obesitas memiliki dampak pada metabolisme tubuh, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit lain.
Oleh karena itu, kematian dini mungkin disebabkan oleh kombinasi obesitas, kesepian, dan masalah kesehatan mental.
“Kemudian memberi dampak sistem hormonal tubuh hingga menyebabkan munculnya penyakit penyerta lain,” ujarnya.
Secara psikologis, obesitas sering kali dimulai dari stres. Beberapa orang dapat mengatasi stres dengan cara yang positif seperti olahraga, tetapi yang lain malah meresponsnya dengan perilaku negatif, seperti pola makan yang tidak terkontrol.
“Tindakan negatif ini seperti individu yang tidak mampu menjaga pola makan. Kemudian memicu berat badan berlebih hingga menyebabkan obesitas. Setelah terjadi kenaikan berat badan, terjadi kesulitan untuk menurunkannya. Padahal, individu tersebut memiliki body image yang berbeda bahwa obesitas merupakan sesuatu yang tidak bagus atau tidak cantik,” katanya.
Situasi ini dapat menciptakan tekanan ganda, di mana individu merasa tertekan secara internal karena tidak menyukai tubuh mereka sendiri, selain dari tekanan eksternal yang mereka alami. Ini dapat mengarah pada perasaan kesepian dan isolasi sosial.
“Ada perasaan sendiri. Coping negatif bermunculan seperti tidak percaya diri karena tidak mampu menciptakan self esteem yang positif sehingga memperparah kondisi,” katanya.
Untuk mencegah peningkatan kematian dini pada orang dengan obesitas karena kesepian, Nurul menekankan pentingnya dukungan dari lingkungan dan peningkatan kesadaran diri.
Mendengarkan keluhan dan memberikan dukungan sosial dapat membantu mengurangi tekanan yang dirasakan individu.
Selain itu, meningkatkan literasi kesehatan mental di masyarakat juga penting, sehingga orang dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mental mereka dan memperkuat hubungan sosial.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
