
Ilustrasi Ginjal Polikistik (https://www.alodokter.com/kista-ginjal)
JawaPos.com - Penyakit ginjal yang diturunkan secara familial atau genetik dapat mengembangkan banyak kista.
Hal ini menyebabkan pembesaran ginjal, distorsi struktur normal ginjal dan gangguan fungsional.
Pada penyakit ini, banyak kista berisi cairan terbentuk di organ ginjal dan menyebabkan pembesaran pada organ ginjal.
Kondisi medis ini dapat mengganggu kinerja dari organ ginjal dan dapat menimbulkan gagal ginjal.
Menempati urutan keempat sebagai penyebab dari gagal ginjal, pasien dengan penyakit ginjal polikistik dapat menimbulkan kista pada organ lainnya seperti liver, pankreas, dan limpa, beserta komplikasi lainnya.
Penjelasan dari dr. Audrey Amily dalam website alomedika.com memaparkan bahwa Ginjal polikistik atau polycystic kidney disease adalah kelainan genetik pada ginjal yang diturunkan dan dapat berdampak fatal bagi para penderitanya.
Kelainan ginjal polikistik ditandai dengan pembentukan kista multipel pada tubulus renal, disertai dengan pembesaran ginjal yang progresif, dan mengakibatkan kegagalan fungsi ginjal pada 50% penderita.
Polikistik berasal dari dua kata, yaitu ‘poly’ yang berarti banyak dan ‘cystic’ yang berarti rongga abnormal yang mengandung cairan.
Berdasarkan gabungan kata tersebut, maka arti penyakit ginjal polikistik (PKD) adalah penyakit genetik yang ditandai dengan terdapatnya banyak kista pada ginjal.
Polikistik bisa berwujud dalam dua bentuk, yaitu bentuk dewasa yang bersifat autosomal dominan dan bentuk anak-anak yang bersifat autosomal resesif.
Bentuk anak-anak ini lebih jarang terjadi. Dikutip dari klikdokter.com
Pada populasi dewasa, penyakit ginjal polikistik adalah penyakit yang disebabkan oleh genetik dan paling sering menyebabkan gagal ginjal dengan 6-8% pasien menjalani dialisis (cuci darah) di Amerika Serikat.
Pada populasi usia 60 tahun, 50% dari mereka membutuhkan terapi pengganti ginjal.
Kista dapat dideteksi pada usia anak-anak atau saat di dalam kandungan, namun gejala klinis biasanya baru muncul saat memasuki usia 30-40 tahun.
Kelainan gen alias cacat genetik adalah penyebab utama terjadinya penyakit ini.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
