
Mitos Terpatahkan, Ahli Gizi Ungkap Konsumsi Kedelai Tidak Sebabkan Kanker./Freepik
JawaPos.com - Dalam dunia kesehatan, kedelai seringkali menjadi subjek perdebatan panjang terkait dampaknya terhadap kesehatan, terutama dalam kaitannya dengan risiko kanker seperti kanker payudara mau[un kanker prostat.
Namun, ahli gizi mengungkapkan kebenarannya dan mematahkan klaim bahwa kedelai dapat meningkatkan risiko kanker.
Dilansir dari ANTARA pada Kamis (15/2), Novita Sabuluntika, seorang Ahli Gizi dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Mahar Mardjono menegaskan bahwa anggapan konsumsi kedelai dapat meningkatkan risiko kanker hanyalah mitos.
Dalam diskusi seputar gizi yang diadakan secara daring di Jakarta, pada Kamis lalu, Novita mengungkapkan fakta yang mengejutkan.
Alih-alih dapat berpotensi menyebabkan kanker, ia mengungkapkan bahwa kedelai mengandung senyawa anti-kanker, seperti flavonoid, genistein, dan daidzein, yang memiliki fungsi menghambat perkembangan sel kanker payudara.
"Faktanya justru terbalik ya. Ternyata, kedelai itu mengandung senyawa anti-kanker, senyawanya itu ada flavonoid, kemudian genistein, daidzein, dan ini memiliki fungsi menghambat perkembangan sel kanker payudara," ujarnya.
Novita juga menyoroti penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi kedelai secara rutin dapat berkontribusi pada penurunan risiko kanker prostat.
Hal ini terkait dengan kebiasaan masyarakat Asia yang sering mengonsumsi makanan yang berasal dari kedelai seperti tahu dan tempe, dibandingkan dengan kebiasaan masyarakat Eropa dan Amerika yang cenderung lebih rendah dalam mengonsumsi kedelai.
Selain dari mitos seputar kedelai, Novita juga membahas mitos lain tentang penyebab kanker, khususnya mitos terkait konsumsi susu dan produk susu.
Menurutnya, konsumsi susu tidak meningkatkan risiko kanker, bahkan dapat memiliki potensi untuk mencegah kanker kolorektal, selama tidak dikonsumsi secara berlebihan.
"Nah ini, konsumsi susu malah memiliki potensi untuk mencegah kanker kolorektal," pungkasnya.
Novita menegaskan bahwa takaran konsumsi susu yang direkomendasikan untuk orang dewasa tidak melebihi tiga gelas per hari.
Selain itu, terdapat makanan lain yang diungkapkan dapat meningkatkan risiko kanker, termasuk makanan yang diawetkan dengan tinggi garam, alkohol, dan makanan daging olahan seperti sosis dan daging asap.
Ia menjelaskan bahwa pengawet buatan nitrat yang ditambahkan pada daging olahan dapat menghasilkan senyawa karsinogenik seperti nitrosamin dan nitrosamida, yang merupakan pemicu kanker.
Oleh karena itu, batasan konsumsi makanan olahan tersebut diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
