Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Februari 2024 | 15.00 WIB

Mitos Terpatahkan, Ahli Gizi Ungkap Konsumsi Kedelai Tidak Sebabkan Kanker

Mitos Terpatahkan, Ahli Gizi Ungkap Konsumsi Kedelai Tidak Sebabkan Kanker./Freepik - Image

Mitos Terpatahkan, Ahli Gizi Ungkap Konsumsi Kedelai Tidak Sebabkan Kanker./Freepik

JawaPos.com - Dalam dunia kesehatan, kedelai seringkali menjadi subjek perdebatan panjang terkait dampaknya terhadap kesehatan, terutama dalam kaitannya dengan risiko kanker seperti kanker payudara mau[un kanker prostat.

Namun, ahli gizi mengungkapkan kebenarannya dan mematahkan klaim bahwa kedelai dapat meningkatkan risiko kanker.

Dilansir dari ANTARA pada Kamis (15/2), Novita Sabuluntika, seorang Ahli Gizi dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Mahar Mardjono menegaskan bahwa anggapan konsumsi kedelai dapat meningkatkan risiko kanker hanyalah mitos.

Dalam diskusi seputar gizi yang diadakan secara daring di Jakarta, pada Kamis lalu, Novita mengungkapkan fakta yang mengejutkan.

Alih-alih dapat berpotensi menyebabkan kanker, ia mengungkapkan bahwa kedelai mengandung senyawa anti-kanker, seperti flavonoid, genistein, dan daidzein, yang memiliki fungsi menghambat perkembangan sel kanker payudara.

"Faktanya justru terbalik ya. Ternyata, kedelai itu mengandung senyawa anti-kanker, senyawanya itu ada flavonoid, kemudian genistein, daidzein, dan ini memiliki fungsi menghambat perkembangan sel kanker payudara," ujarnya.

Novita juga menyoroti penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi kedelai secara rutin dapat berkontribusi pada penurunan risiko kanker prostat.

Hal ini terkait dengan kebiasaan masyarakat Asia yang sering mengonsumsi makanan yang berasal dari kedelai seperti tahu dan tempe, dibandingkan dengan kebiasaan masyarakat Eropa dan Amerika yang cenderung lebih rendah dalam mengonsumsi kedelai.

Selain dari mitos seputar kedelai, Novita juga membahas mitos lain tentang penyebab kanker, khususnya mitos terkait konsumsi susu dan produk susu.

Menurutnya, konsumsi susu tidak meningkatkan risiko kanker, bahkan dapat memiliki potensi untuk mencegah kanker kolorektal, selama tidak dikonsumsi secara berlebihan.

"Nah ini, konsumsi susu malah memiliki potensi untuk mencegah kanker kolorektal," pungkasnya.

Novita menegaskan bahwa takaran konsumsi susu yang direkomendasikan untuk orang dewasa tidak melebihi tiga gelas per hari.

Selain itu, terdapat makanan lain yang diungkapkan dapat meningkatkan risiko kanker, termasuk makanan yang diawetkan dengan tinggi garam, alkohol, dan makanan daging olahan seperti sosis dan daging asap.

Ia menjelaskan bahwa pengawet buatan nitrat yang ditambahkan pada daging olahan dapat menghasilkan senyawa karsinogenik seperti nitrosamin dan nitrosamida, yang merupakan pemicu kanker.

Oleh karena itu, batasan konsumsi makanan olahan tersebut diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore