Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Januari 2024 | 20.30 WIB

Terlalu Sering Konsumsi Minuman Energi Ternyata Bisa Mengganggu Pola Tidur hingga Insomnia

ilustrasi insomnia. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi insomnia. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Ketika seseorang tengah begadang untuk belajar atau kerja, biasanya mereka mengambil sekaleng minuman energi dengan harapan bisa mengusir rasa lelah.

Dikutip JawaPos.com dari Healthshots, Selasa (30/1), sebuah penelitian dari BMJ Open menemukan terlalu sering konsumsi minuman energi menyebabkan kualitas tidur yang buruk dan insomnia di kalangan mahasiswa.

Untuk penelitian ini, para ahli melibatkan lebih dari 53 ribu orang berusia antara 18 dan 35 tahun.

Mereka diberi pertanyaan jumlah konsumsi minuman energi harian, mingguan, dan bulanan serta pola tidur untuk mengevaluasi bagaimana minuman itu mempengaruhi siklus tidur mereka.

Setelah dilakukan analisis menyeluruh, ditemukan semakin banyak konsumsi minuman tersebut, semakin buruk efisiensi tidurnya.

Selain itu, pria dan wanita yang mengkonsumsi minuman energi secara rutin mengalami insomnia lebih sering dibandingkan orang yang meminumnya sesekali atau tidak sama sekali.

Konsumsi minuman energi setiap hari juga meningkatkan risiko tidur kurang dari 6 jam semalam pada pria dan wanita 87 persen lebih mungkin melakukan hal tersebut.

Namun, ditemukan orang yang meminumnya lebih dari 1-3 kali sebulan juga berisiko mengalami masalah tidur.

Konsumsi tiga atau lebih minuman ini secara teratur atau setiap hari menyebabkan hasil tidur yang negative dan hal ini berkaitan dengan ritme sirkadian tubuh.

“Jam internal tubuh dikenal sebagai ritme sirkadian, memainkan peran penting dalam mengatur siklus tidur-bangun. Ritme sirkadian inilah yang membuat seseorang merasa mengantuk di malam hari dan terjaga di siang hari, hal ini sangat terganggu dengan asupan minuman berenergi yang berlebihan,” jelas Dietitian Pavithra N Raj.

Tingginya kadar gula pada minuman tersebut dapat menyebabkan kadar gula darah melonjak sehingga memicu perasaan letih dan lesu, juga mempengaruhi siklus tidur.

Perlu diketahui 50 persen kafein dalam minuman ini tetap berada di tubuh bahkan setelah enam jam.

Raj merekomendasikan untuk tidak minum lebih dari 400 miligram kafein per hari, setara dengan 4 cangkir kopi sehari dan minuman energi mungkin mengandung lebih banyak kafein daripada jumlah yang disarankan.

Ditambah lagi, meminum terlalu banyak minuman energi atau mengkonsumsinya berlebihan telah dikaitkan dengan dehidrasi, detak jantung tidak teratur, dan kecemasan.

Dapat disimpulkan minuman energi bukanlah yang paling sehat untuk tubuh, inilah waktunya mencoba pengganti lebih baik dan tidak mengganggu pola tidur.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore