
Ilustrasi Penyakit Diabetes Melitus (https://pin.it/YyLIzxPuD) (https://pin.it/2gSlTTEA1)
JawaPos.com - Salah satu masalah kesehatan yang berbahaya dan banyak ditemukan di tengah masyarakat Indonesia, Diabetes harus mendapatkan penanganan sedini mungkin untuk menghindari berbagai efek yang lebih buruk di kemudian hari.
Suatu kondisi kesehatan yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi dalam jangka waktu yang lama.
Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup atau tidak mampu menggunakan insulin dengan efektif.
Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas dan berfungsi untuk membantu sel-sel tubuh mengubah glukosa menjadi energi.
Jika tubuh tidak dapat menghasilkan atau menggunakan insulin dengan benar, glukosa akan tetap berada di dalam darah dan menumpuk dalam jangka waktu yang lama, sehingga dapat menyebabkan kerusakan organ dan jaringan tubuh.
Gejala diabetes melitus dapat bervariasi tergantung pada jenisnya (tipe 1, tipe 2, atau gestasional) dan tingkat keparahannya.
Berikut adalah gejala umum yang terkait dengan diabetes melitus.
- Poliuria, sering buang air kecil.
- Polifagia, nafsu makan yang berlebihan.
- Polidipsia, sering merasa haus.
- Penurunan berat badan
- Kelelahan dan kelemahan
- Penglihatan kabur
- Luka sulit sembuh
- Infeksi berulang, sistem kekebalan tubuh rentan terhadap infeksi berulang, terutama infeksi saluran kemih, infeksi kulit, dan infeksi jamur.
Diabetes bukan hanya dialami orang yang sudah berusia lanjut. Remaja maupun anak muda juga bisa terkena diabetes.
Bahkan, diabetes yang menyerang anak mudah justru lebih berbahaya. Hal inilah yang menjadi peringatan penting bahwa diabetes yang dialami di usia muda lebih sangat berbahaya serta sulit untuk ditangani.
Diabetes yang diderita remaja terjadi kemungkinan disebabkan oleh gaya hidup dan masalah kesehatan.
Faktor seperti genetik dapat meningkatkan risiko remaja mengidap diabetes, tetapi banyak gaya hidup tidak sehat yang menjadi masalah utama penyebab anak muda akhirnya memiliki diabetes.
Faktor yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2 pada remaja antara lain:
- Obesitas (kelebihan berat badan)
- Pola hidup tidak sehat seperti merokok dan suka mengonsumsi minuman beralkohol
- Gemar mengkonsumsi asupan manis dan makanan siap saji
- Memiliki anggota keluarga dengan diabetes
- Memiliki riwayat diabetes gestasional
- Memiliki kadar kolesterol tinggi
- Didiagnosis prediabetes
- Memiliki diagnosis prediabetes bukan berarti telah mengidap diabetes tipe.
Ini artinya gula darah sudah tergolong tinggi dan di atas nilai batas normal, namun belum terlalu tinggi untuk dikategorikan sebagai diabetes.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
