Wabah penyakit X. (Pexel)
JawaPos.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (17/1), mengingatkan masyarakat dunia untuk bersiap menghadapi pandemi berikutnya yang disebut ‘Penyakit X’.
Penyakit X adalah istilah yang digunakan WHO untuk menggambarkan penyakit yang belum diketahui dan berpotensi menyebabkan krisis kesehatan global.
Dilansir dari NDTV (23/1), Direktur Jenderal WHO Tedros bergabung dengan para pemimpin dunia di KTT Davos untuk membahas strategi menghadapi potensi pandemi berikutnya.
Pada pertemuan tersebut WHO dan para ahli kesehatan membicarakan mengenai persiapan untuk menghadapi penyakit X yang akan terjadi setelah adanya penyakit Covid-19 yang mematikan.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa pandemi COVID-19 telah menunjukkan betapa rentannya dunia terhadap ancaman kesehatan yang tidak terduga.
Menurut WHO, pandemi berikutnya mungkin disebabkan oleh virus “placeholder” hipotesis bernama “Penyakit X”, yang menyatakan bahwa penyakit tersebut mungkin sudah “sedang dalam perjalanan”. Menurut para ilmuwan, Penyakit X bisa 20 kali lebih mematikan dibandingkan Covid-19.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah! Berikut Tips Merawat Gigi Agar Tetap Sehat dan Tidak Berlubang Menurut WHO
Dirjen WHO Tedros Ghebreyesus telah meminta negara-negara anggota untuk menandatangani perjanjian pandemi organisasi kesehatan tersebut dan mencapai kesepakatan pandemi untuk mengatasi ancaman pandemi lain yang mungkin disebabkan oleh virus “penampung” hipotesis bernama “Penyakit X”.
Ghebreyesus, ketika berbicara di depan audiensi di Forum Ekonomi Dunia di Davos, mengatakan bahwa ia berharap negara-negara akan mencapai kesepakatan pandemi pada bulan Mei untuk mengatasi “musuh bersama” ini.
''Ada hal-hal yang tidak diketahui yang mungkin terjadi, dan apapun yang terjadi adalah soal kapan, bukan kapan, jadi kita perlu memiliki penggantinya, untuk penyakit yang tidak kita ketahui,'' kata Ghebreyesus.
“Kami kehilangan banyak orang [selama COVID] karena kami tidak bisa menangani mereka. Mereka bisa diselamatkan, tapi tidak ada ruang. Tidak ada cukup oksigen. Jadi bagaimana Anda bisa memiliki sistem yang bisa berkembang ketika dibutuhkan? '', dia menambahkan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
