
PEREMPUAN LEBIH RENTAN: Perubahan hormon pada masa sebelum dan sesudah menstruasi bisa menjadi salah satu faktor pemicu migrain. (Foto Ilustrasi Diperagakan Septi Diajeng. Dite Surendra/Jawa Pos)
Kepala berdenyut pada satu sisi dan dibarengi mual. Kemudian, pandangan seperti ada kilatan cahaya. Jika mengalami tanda-tanda tersebut, bisa jadi Anda terkena migrain.
---
MIGRAIN masuk daftar nyeri kepala primer. Yang dimaksud nyeri kepala primer adalah nyeri tanpa ada penyakit yang mendasarinya. Balitbangkes Kementerian Kesehatan mencatat, migrain memiliki prevalensi sebesar 22,4 persen di Indonesia.
Dokter spesialis akupunktur klinik Rumah Sakit Pondok Indah-Bintaro Jaya, Jakarta, Newanda Mochtar menyatakan bahwa migrain merupakan nyeri kepala tipe kronis dengan gejala keluhan yang sama, berulang-ulang, dan menyerang usia produktif. Migrain berisiko menurunkan produktivitas kerja hingga 80 persen, berpotensi memengaruhi kualitas hidup, perekonomian, serta pendidikan.
Serangan nyeri kepala migrain bersifat spesifik, paroksismal atau mendadak, dan kerap dibarengi adanya kilatan cahaya di depan mata. Newanda mengungkapkan, migrain hanya dapat diobservasi dokter yang memeriksa. Baik sebelum ataupun sesudah serangan.
’’Durasi serangan migrain bisa berlangsung 4 hingga 72 jam,’’ paparnya. Dengan karakteristik berdenyut. Intensitasnya bisa sedang sampai berat. Tak sedikit pasien juga sensitif terhadap cahaya dan suara.
Namun, kelompok studi nyeri kepala Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) dan American Headache Society (AHS) pada 2013 menyatakan, tidak harus ada nyeri kepala berdenyut, nyeri kepala unilateral, dan ada tidaknya gejala dalam setiap serangan.
Apa saja penyebab migrain? Newanda menyampaikan beberapa faktor. Pertama, ketidakseimbangan neurotransmitter otak, perubahan hormon pada perempuan, termasuk sebelum dan sesudah menstruasi, kehamilan, dan menopause.
Selain itu, dia menambahkan bahwa obat-obatan hormonal seperti kontrasepsi oral dan terapi pengganti hormon bisa memperburuk keadaan migrain. ’’Makanan seperti keju, asin, makanan yang diproses, pemanis aspartam dan monosodium glutamate, serta minuman beralkohol dan berkafein juga memicu migrain,” paparnya.
Pencetus migrain 60 persen faktor genetik. Lalu, 40 persen pencetus migrain lainnya adalah faktor lingkungan. Karena itu, Newanda menjelaskan bahwa dalam pendekatan penanganannya diperlukan kesinambungan. Baik terhadap individu maupun keluarga atau lingkungannya.
BEBERAPA FAKTOR RISIKO MIGRAIN
Riwayat keluarga dengan migrain
Usia (mulai dewasa muda hingga puncaknya ketika usia 30-an)
Lebih sering terjadi pada perempuan
Perubahan hormonal. Biasanya sebelum dan setelah menstruasi pada perempuan

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
