Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Desember 2023 | 22.58 WIB

Fenomena El Nino Buat Kasus DBD Meningkat, Nyamuk Ber-Wolbachia Jadi Harapan

ILUSTRASI: Nyamuk (Pixabay) - Image

ILUSTRASI: Nyamuk (Pixabay)

JawaPos.com – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementrian Kesehatan RI Imran Pambudi mengatakan bahwa 2023 merupakan siklus lima tahunan Demam Berdarah Dengue (DBD). Pemerintah, katanya, terus berinovasi untuk menekan angka kematian akibat DBD, salah satunya adalah dengan teknologi nyamuk ber-Wolbachia.

“Tiap lima tahun ada lonjakan kasus dengue berkaitan dengan fenomena El Nino. Sejak kita mendapat info dari BMKG mengenai El Nino, kita langsung melakukan mitigasi untuk pencegahan DBD, dan hasilnya cukup memuaskan,” ujarnya kepada wartawan dalam agenda "Bincang Akhir Tahun Ngobras dan Kemenkes tentang Info Kesehatan Terkini" di Jakarta, Selasa (19/12).

Pencegahan itu terbukti efektif, kata Imran, karena terlihat dari penurunan kasus dengue dibandingkan tahun lalu. Pada 2022, tercatat ada 143.000 kasus dan 1.236 kematian, sedangkan tahun 2023 hanya terjadi 85.900 kasus dan 683 kematian.
 
 
Secara garis besar, ia mengatakan bahwa Kemenkes melakukan tiga intervensi untuk menekan angka dengue. Pertama pada lingkungan, intervensi pada vektor (nyamuk), dan intervensi pada manusia. Intervensi pada lingkungan misalnya dengan pemberantasan sarang nyamuk, dan intervensi pada manusia misalnya dengan vaksinasi dan memakai baju lengan panjang di daerah endemis dengue.
 
Adapun intervensi pada vektos misalnya menggunakan zat kimia seperti abate untuk larvasida dan fogging atau obat semprot sebagai insektisida. “Intervensi vektor yang ketiga yaitu dengan teknologi nyamuk ber-Wolbachia,” ungkapnya. 
 
Imran menjelaskan penyebaran nyamuk A. aegypti ber-Wolbachia memberikan dampak positif bagi penurunan kasus dengue. Hal ini telah dilakukan di Yogyakarta. 
 
Masalahnya, masih ada kekhawatiran pada sebagian masyarakat mengenai nyamuk ber-Wolbachia. Terkait hal ini, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI Ede Surya Darmawan mengatakan bahwa berbagai penelitian yang membuktikan manfaat dan keamanan nyamuk ber-Wolbachia selayaknya dijadikan landasan untuk melanjutkan pilot project ini ke kota-kota berikutnya. 
 
Menurutnya, dengue termasuk salah satu neglected disease atau penyakit yang terabaikan, padahal masih jadi masalah besar di Indonesia. Dengan begitu, inovasi penanganannya perlu dilakukan. 
 
“Kita punya target untuk menurunkan case fatality rate. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencapainya yaitu dengan mmodifikasi vektor dengue, yaitu dengan nyamuk ber-Wolbachia,” tandasnya. 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore