Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Maret 2026, 21.44 WIB

Tekan Kasus Dengue hingga Nol Kematian pada 2030, PMI Sebut Pentingnya Kerja Sama Lintas Sektor

Ilustrasi penanganan DBD di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya. (Roberstus Risky/Jawa Pos). - Image

Ilustrasi penanganan DBD di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya. (Roberstus Risky/Jawa Pos).

JawaPos.com – Palang Merah Indonesia (PMI) menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menekan kasus demam berdarah dengue (DBD) hingga mencapai target nol kematian pada 2030. Kolaborasi multipihak dinilai menjadi kunci untuk memperkuat upaya pencegahan, kesiapsiagaan, serta ketahanan masyarakat terhadap penyakit tersebut.

Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat PMI Fachmi Idris mengatakan, kolaborasi berbagai pihak sangat dibutuhkan agar program pengendalian dengue dapat berjalan efektif hingga ke tingkat masyarakat.

PMI meyakini pentingnya kolaborasi multipihak yang menyeluruh agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi populasi terdampak," ujarnya, Jumat (13/3).

Hal itu disampaikan dalam peluncuran aliansi “United Against Dengue: Penguatan Kemitraan untuk Pencegahan Dengue dan Peningkatan Ketangguhan Masyarakat” yang digagas PT Takeda Innovative Medicines bersama International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) dan PMI di Jakarta.

Bagi PMI, ia mengatakan bahwa inisiatif kerja sama dalam mengatasi dengue merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus berkontribusi dalam mendukung agenda kesehatan masyarakat serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko penyakit menular.

Fachmi menambahkan, menegaskan bahwa pihaknya juga mendukung strategi nasional pengendalian dengue yang dijalankan Kementerian Kesehatan, di mana PMI berperan sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat implementasi program di tingkat komunitas.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines Andreas Gutknecht mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung upaya Indonesia dalam menurunkan angka kematian akibat dengue melalui kemitraan publik dan swasta.

“Sebagai mitra jangka panjang bagi Indonesia, Takeda berkomitmen untuk melawan DBD melalui kemitraan publik-swasta yang kuat guna mendukung tercapainya tujuan besar pemerintah Indonesia untuk mencapai nol kematian akibat dengue pada tahun 2030,” kata Andreas.

Menurutnya, melalui aliansi United Against Dengue, berbagai pihak didorong untuk memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi serta keterlibatan komunitas yang lebih luas.

Secara global, dengue masih menjadi ancaman kesehatan serius. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan terdapat sekitar 14,6 juta kasus dengue dengan lebih dari 12 ribu kematian pada 2024.

Di Indonesia, beban penyakit ini juga cukup besar. Data BPJS Kesehatan mencatat terdapat lebih dari 1 juta kasus rawat inap akibat dengue sepanjang 2024 dengan beban ekonomi hampir mencapai Rp3 triliun.

Head of Delegation and Representative to ASEAN IFRC Kathryn Clarkson menyebut kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat pencegahan dengue secara berkelanjutan.

“Melalui inisiasi United Against Dengue ini, IFRC bersama para mitra berupaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan menghubungkan pemerintah, organisasi kemanusiaan, sektor swasta, dan masyarakat untuk mendorong upaya pencegahan dengue yang berkelanjutan,” ucapnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore