Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 November 2023 | 13.39 WIB

Fakta Kenapa Kita Tidak Bisa Menggelitik Diri Sendiri dan Dampak dari Rasa Geli yang Sering Ditahan

Ilustrasi rasa geli. /sumber: Freepik_gzorgz

JawaPos.com –  Rasa geli timbul ketika seseorang menyentuh area sensitif di tubuhmu dan reaksi yang diberikan seperti tertawa, bahkan sampai menangis.

Mengapa bisa demikian?

Melansir dari laman Healthline, pada Minggu (26/11). Ada beberapa pemikiran tentang apa yang menimbulkan seseorang merasa geli.

Salah satu teori menyatakan, bahwa rasa geli berevolusi sebagai mekanisme pertahanan untuk melindungi area tubuh yang sensitif.

Para ilmuwan juga menemukan, bahwa rasa geli dapat merangsang hipotalamus, yaitu area otak yang bertanggung jawab atas reaksi emosional, dan memberi respon untuk melawan rasa sakit.

Saat digelitik, kamu mungkin akan tertawa tetapi bukan dalam konteks bersenang-senang. Melainkan adanya respon emosional otonom.

Penelitian lainnya juga menunjukkan, reseptor saraf nyeri dan sentuhan mudah terpicu saat geli. Peneliti juga menemukan bahwa rasa geli terbagi menjadi 2 jenis:

Jenis pertama yaitu Gargalesis, adalah rasa geli yang menimbulkan tawa, ketika seseorang menyentuh bagian tubuh yang geli secara berulang-ulang, dan hal tersebut tidak bisa disebabkan oleh diri sendiri.

Kedua yaitu Knismesis, adalah rasa geli yang disebabkan oleh gerakan ringan pada kulit yang biasanya tidak menimbulkan tawa, jenis gelitikan ini bisa disebabkan oleh diri sendiri.

Knismesis juga bisa terjadi saat kamu merasa gatal atau kesemutan.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore