
Pakar Kedokteran UI dengan Oxford University Clinical Research Unit - Indonesia (OUCRU Indonesia), Selasa (21/11).
JawaPos.com - Kendala pengobatan malaria semakin dirasakan oleh masyarakat, lantaran banyaknya kasus yang membuat Kemenkes kewalahan, dan penanganannya pun belum maksimal.
Dari data Kemenkes pada April 2023 lalu, jumlah kasus malaria tahun ini telah ditemukan sebanyak 55.525 kasus.
Adanya pasien malaria yang masih tinggi ini, dapat disimpulkan bawah program dari Kemenkes belum maksimal, dan kendala pengobatan malaria masih saja ditemui.
Pakar dari Divisi Penyakit Tropik Infeksi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI Erni Juwita Nelwan mengungkapkan ada tiga kendala pengobatan malaria yang dialami Kemenkes.
Kendala ini mengakibatkan program mereka belum maksimal. Berikut masalah yang menyebabkan pengobatan malaria belum maksimal:
Menurut Erni Juwita Nelwan, pasien malaria idealnya mengoptimalkan dosis obat untuk mencegah kekambuhan selama 14 hari menggunakan obat primakuin.
Namun dalam prosesnya, pasien biasanya sudah merasa lebih baik secara kondisi setelah melewati hari ketiga atau keempat. Ini kerap membuat sang pasien memilih untuk tidak melanjutkan minum obat sesuai dosis yang telah ditentukan.
"Saya akui, kesulitan pasien melakukan pengobatan menggunakan obat primakuin itu lama, selama 14 hari harus konsisten minum itu," ujar Erni saat acara Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dengan Oxford University Clinical Research Unit - Indonesia (OUCRU Indonesia), Selasa (21/11).
"Artinya jika orang tidak ada gejala, obatnya tetap harus dilanjut tidak boleh stop. Kalau bosen dan stop obat bisa terjadi kekambuhan lagi," lanjutnya.
Jika pasien malaria kambuh, disebabkan karena tidak disiplin menghabiskan dosis obat. Mereka pun akan kembali tercatat sebagai kasus baru alias menambah angka tingginya malaria di Indonesia.
Jenis parasit yang dibawa nyamuk anopheles di Indonesia ternyata cukup berbeda dengan nyamuk anopheles di Afrika. Ini pun membuat eliminasi malaria di Tanah Air menjadi sebuah tantangan yang lebih sulit.
Parasit itu adalah plasmodium vivax, parasit yang dapat menimbulkan kekambuhan yang berulang-ulang pada satu pasien. Sementara di Afrika kebanyakan nyamuknya membawa parasit plasmodium falciparum.
Nyamuk anopheles memang tidak di semua tempat ada. Mereka biasanya hidup di hutan dan rawa-rawa.
Namun sampai saat ini populasinya masih terhitung tinggi sebab punya berbagai macam breeding phase yang berbeda-beda, hal inilah yang membuat sulit untuk dikontrol.
Selain itu, ada faktor perubahan iklim yang cukup ekstrim, banyak daerah yang melaporkan kasusnya mulai meningkat.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
