Keadaan ruang informasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang dipenuhi lumpur setinggi 50 cm pasca banjir hingga melumpuhkan pelayan medis di RS tersebut. (ANTARA/Dede Harison)
JawaPos.com-Relawan dan juga tenaga kesehatan (nakes) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Yogi Prabowo mengungkapkan ketebalan lumpur menjadi salah satu kendala utama dalam memulihkan akses kesehatan untuk masyarakat Aceh Tamiang.
"Tantangan medis terbesar adalah pembersihan lumpur yang mengenai fasilitas kesehatan. Karena lumpurnya begitu tebal, hingga empat minggu ini juga faskes-faskes ini masih banyak yang berlumpur dan belum bersih," kata Yogi.
Yogi menjelaskan pembersihan yang dilakukan terhadap fasilitas kesehatan (faskes) juga tidak bisa dilakukan secara terpisah, sebab para warga yang datang ke faskes berasal dari berbagai wilayah yang juga tertutup lumpur.
"Seandainya pun dibersihkan, jalanannya masih berlumpur, sehingga, nanti tetap akan kotor lagi, karena pasien keluar masuk dan juga para pengungsi yang berobat, (nantinya) juga akan kotor lagi," jelas dia.
Ketua Divisi Pengabdian Masyarakat & Bantuan Kebencanaan Ikatan Alumni (Iluni) FKUI itu melanjutkan tantangan selanjutnya adalah banyaknya peralatan di fasilitas kesehatan yang rusak.
Mengingat hal tersebut, ia menyebut pemulihan dari sisi sarana dan prasarana tidak bisa langsung dilakukan dalam waktu singkat. Selanjutnya Yogi memaparkan kesehatan lingkungan menjadi tantangan selanjutnya, dimana keterbatasan air bersih dan makanan menyebabkan banyak masalah kesehatan lingkungan.
"Sehingga, selain pengungsi ataupun masyarakat terdampak, kami juga berisiko untuk terkena penyakit seperti diare dan sudah terjadi itu pada beberapa relawan kami. Mereka ada dua orang yang terkena diare, tapi ya Alhamdulillah tidak berat," ucap Yogi Prabowo.
Oleh karena itu Yogi menekankan para tenaga kesehatan di berbagai lokasi terdampak bencana Sumatera perlu senantiasa berupaya keras untuk bekerja secara maksimal untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana, demi memulihkan kondisi di lokasi bencana. (*)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
