Ilustrasi lalat atau Musca Domestica. (Pixabay/Mylene2401)
JawaPos.com – Lalat menjadi hama umum yang sering mengganggu dan keberadaannya mencakup 90 persen di sekitar rumah.
Meski tak menggigit, lalat membawa jutaan mikroorganisme yang dapat menyebarkan patogen dan menjadi sarang penyakit yang ditularkan melalui makanan.
Lalat atau Musca Domestica merupakan serangga dalam famili Muscidae dan ordo Diptera. Mereka memiliki tubuh abu-abu atau hitam, mata merah besar, dan dua sayap hampir tembus cahaya.
Panjang tubuhnya sekitar 0,2 hingga 0,3 inci dan lalat di rumah punya tubuh yang sedikit berbulu serta lalat betina berukuran lebih besar dibanding lalat jantan.
Lalat tertarik pada bahan organik yang membusuk dan lalat betina mampu bertelur sekitar 100 butir di sisa makanan, daging busuk, dan kotoran.
Telurnya menetas dengan cepat dalam waktu 12 hingga 24 jam. Mereka menetas tidak berkaki dan berwarna putih disebut belatung. Kemudian berkembang menjadi pupa, lalu lalat dewasa.
Rata-rata hidupnya dua sampai empat minggu, namun dapat berkembang biak dengan cepat.
Adapun penyebab banyaknya lalat di rumah karena hewan tersebut menyukai makanan busuk dan bahan organik. Mereka berkerumun dan bertelur di wilayah dengan sanitasi yang buruk seperti kotoran hewan dan sampah tak tertutup.
Menurut ahli entomologi Peter Irenicus, ada tiga penyebab utama munculnya lalat di rumah yakni makanan, tempat berkembang biak, dan rumah yang terbuka.
Makanan, lalat tertarik pada bahan organik yang dapat mereka makan termasuk sisa makanan, sampah, kotoran, dan bahan organik busuk. Sampah tak tertutup, kotoran hewan, dan kompos juga menarik bagi lalat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
