
Petugas melakukan penyemprotan di area TPA Benowo, Surabaya, Senin (13/11). Selama Piala Dunia U-17 penyemprotan dilakukan lebih intens untuk menghilangkan bau sampah. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
JawaPos.com - Dalam rangka pelaksanaan Piala Dunia U-17, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lakukan penyemprotan ekstra terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo guna menekan bau sampah yang menyengat serta eliminasi lalat.
Diketahui, di area Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) terdapat TPA yang memiliki bau sampah menyengat, namun sampai sejauh ini belum ada keluhan mengenai bau tersebut.
Usut punya usut, ternyata Pemkot Surabaya telah melakukan pengelolaan sampah yang baik di TPA Benowo bahkan sejak sebelum Piala Dunia U-17 dimulai.
Adanya perlakuan khusus tersebut, menurut Sub Koordinator Pengelolaan Sarana dan Prasarana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Agustinus Hendra CA, sudah bagian dari persiapan yang memang harus dilakukan dalam gelaran Piala Dunia U-17 yang merupakan ajang bergengsi ini.
Menurut Agustinus, perlakuan khusus untuk menekan bau menyengat tersebut sudah dilangsungkan sejak awal November lalu.
Pengelolaan sampah melalui penyemprotan cairan itu dinilai lebih intens dalam rangka adanya Piala Dunia U-17 ini.
"Sebelumnya, ini pengelolaan rutin di TPA Benowo. Tapi, kemarin persiapan menjelang pembukaan Piala Dunia lebih intens," terangnya seperti yang dilansir JawaPos.com dari Radar Surabaya pada Selasa (14/11).
Pengelolaan sampah melalui penyemprotan tersebut dilakukan berulang kali, bahkan khusus untuk gelaran bergengsi ini, penyemprotan dilakukan sebanyak empat kali dalam sehari. Biasanya, jika tidak ada event Piala Dunia U-17, penyemprotan dengan cairan mikro organik itu maksimal dua kali dalam sehari.
"Titik penyemprotannya banyak dan tersebar," ungkap Agustinus menambahkan.
Dalam rangka gelaran Piala Dunia U-17, penyemprotan TPA Benowo terbagi dalam empat sesi dalam satu hari.
Penyemprotan sesi pertama dilakukan di pagi hari, lalu sesi kedua pada siang hari, mengantisipasi terjadinya penguapan. Kemudian berlanjut hingga sore dan malam hari.
"Kalau hari biasa itu pagi pukul 7.30 dan 12.00. Kita tambah di sore sampai malam harinya. Siang ke sore masih ada panas, khawatir terjadi penguapan," jelasnya.
Jam operasional TPA Benowo juga dialihkan menjadi malam hari karena adanya event bergengsi tersebut.
Oleh karena itu, penyemprotan berlanjut hingga malam hari karena pada saat itu ada sampah yang juga baru datang.
"Kita semprot juga yang baru datang supaya pagi harinya tidak terlalu kuat baunya. Kalau dibiarkan, petugas yang pagi hari perlu kerja ekstra," paparnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
