Hindari tindakan melukai diri / Sumber: Harvard Health Publishing
JawaPos.com - Tindakan melukai diri atau sering disebut self harm adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang untuk menyakiti atau melukai dirinya sendiri.
Menurut Siloam Hospital, perilaku ini termasuk ke dalam penyakit kejiwaan dan perlu ditangani agar tidak memperparah keadaan.
Ketika emosi yang menyakitkan atau sulit itu mengancam untuk membuat kewalahan, seringkali jiwa yang tidak sehat memikirkan jika melukai diri sendiri dapat memberikan kelegaan.
Baca Juga: Mengenal Fenomena FOPO, Kecemasan Terhadap Opini Orang Lain dan Dampaknya pada Kesehatan Mental
Menurut laporan Harvard Health Publishing, gagasan bahwa menyakiti diri sendiri dapat membuat Anda merasa lebih baik tampaknya seperti sebuah kontradiksi. Namun, itulah yang mendorong tindakan mengiris kulit dan bentuk-bentuk menyakiti diri yang serupa di kalangan remaja, kata Matthew Nock, ketua departemen psikologi di Universitas Harvard.
Melukai diri sendiri tentu memiliki risiko yang mungkin akan menambah rasa bersalah atau tidak percaya di kemudian hari.
"Menyakiti diri sendiri adalah penghancuran jaringan tubuh yang disengaja tanpa adanya niat untuk mati," jelas Nock, yang berspesialisasi dalam menangani perilaku melukai diri sendiri pada masa kanak-kanak hingga dewasa muda.
Baca Juga: Ketahui Risiko Melakukan Gonta-Ganti Pasangan Seksual, Ternyata Dapat Menyerang Kesehatan Mental
"Paling sering terjadi pada lengan dan berbentuk pemotongan dengan beberapa jenis benda tajam, seperti silet, pensil, atau pisau lipat. Bisa juga berupa membakar kulit atau memasukkan benda ke bawah kulit, seperti penjepit kertas," tambahnya.
Mengenali emosi yang membawa diri untuk melukai diri. Kemudi menaruh pertanyaan besar mengapa harus melakukan hal tersebut.
Dengan mengetahui emosi yang lebih jelas di balik dorongan tersebut, akan mudah menemukan cara alternatif untuk mengatasinya.
Baca Juga: Pengertian dan 4 Cara Melakukan 'Mindfulness' yang Bermanfaat untuk Kesehatan Mental Kamu!
Ketika merasa kesepian, terisolasi, atau diabaikan, berhubungan dengan orang-orang yang peduli dapat membantu meringankan rasa kesepian dan keinginan untuk menyakiti diri sendiri.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
