Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 November 2023 | 19.00 WIB

Mengenal Fenomena FOPO, Kecemasan Terhadap Opini Orang Lain dan Dampaknya pada Kesehatan Mental

Ilustrasi orang cemas (Sumber: pexels) - Image

Ilustrasi orang cemas (Sumber: pexels)

JawaPos.com - Apabila kamu merasakan kecemasan dikarenakan pendapat orang lain terhadap dirimu, maka bisa jadi kamu mengidap fenomena Fear of Other People Opinion atau biasa disingkat FOPO.

Fenomena FOPO ini jauh berbeda dibandingkan dengan FOMO. Garis perbedaannya adalah konsep ketakutan atau kecemasan yang dituju.

FOPO lebih menekankan kecemasan terhadap pendapat orang lain, sedangkan FOMO merupakan fenomena yang didasarkan pada kecemasan tertinggal atas sesuatu yang sedang tren akhir-akhir ini.

Menurut penulis dan psikolog Michael Gervais, dia menyebut bahwa FOPO sudah menjadi fenomena yang merajalela di masyarakat kita saat ini.

Meski nampak sepele, namun fenomena ini bisa mengganggu aktivitas kita sehari-hari jika muncul secara terus-menerus.

Dalam buku terbarunya, The First Rule of Mastery, Gervais menyebut FOPO sebagai ‘epidemi tersembunyi’ yang bisa menghambat potensi terbesar manusia.

“Kekhawatiran kita terhadap apa yang orang lain pikirkan tentang kita telah menyebabkan sebuah obsesi yang tidak rasional, tidak produktif, dan tidak sehat di dunia modern ini. Dampak negatif ini bisa menjalar ke semua aspek kehidupan kita,” jelas Gervais dikutip dari katiecouric.com.

FOPO bisa dikatakan sebuah mekanisme antisipatif yang melibatkan kondisi psikologis, fisiologis dan fisik untuk menghindari penolakan sekaligus membangun hubungan dengan orang lain.

Singkatnya, FOPO adalah rasa cemas terhadap opini orang lain dan menggunakan segala cara agar bisa diterima orang lain.

Biasanya, mereka mengalami FOPO ditandai rasa was-was yang berlebihan, waspada terhadap kondisi sekitar, sekaligus rasa ingin tahu apakah yang dia lakukan ternyata bisa mendapatkan validasi atau malahan sebuah penolakan.

Ini menyebabkan mereka merasa lebih peka terhadap apa yang orang lain katakan.

Meskipun apa yang diucapkan bukan untuk orang tersebut, bisa jadi kecemasan yang dialami pengidap FOPO membuat mereka terlalu ge-er (gede rasa), dan membuat tindakan yang tidak perlu untuk mengatasinya.

Penyebab Kemunculan FOPO

Kemunculan media sosial merupakan salah satu trigger terbesar masyarakat modern mengidap FOPO. Apalagi, kebebasan berpendapat dan banyaknya ruang publik dalam berkomunikasi bisa jadi pemicu kekhawatiran terhadap pendapat orang lain.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore