JawaPos.com - Skoliosis atau kelengkungan tulang belakang memang tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Apalagi, skoliosis merupakan bentuk kelainan tulang belakang yang wajib untuk diobati dan diperbaiki agar tidak mengganggu kesehatan dan pertumbuhan.
Sebagaimana diketahui, skoliosis rawan diderita oleh remaja perempuan dengan usia sekitar sepuluh hingga 20 tahun.
Di masa-masa pertumbuhan tersebut, tentunya skoliosis sangat memengaruhi dan mengganggu aktivitas remaja.
Namun sayangnya, sebagian besar remaja yang teridentivikasi skoliosis, tidak sadar bahwa kurva tulang belakangnya tidak lurus.
Dilansir dari Antara, Jumat (17/11), sebagaimana dikatakan dr. Andra Hendriarto Sp.OT(K), dokter spesialis ortopedi dan traumatologi RS Cipto Mangunkusumo mengatakan bahwa penderita skoliosis seringkali tidak menyadari akan kurva tulang punggung yang sudah melengkung, terkecuali, mereka bercermin atau dibantu orang tua mereka untuk mengecek.
Skoliosis pada anak muda pada umumnya ketahuan dari pundak kanan dan pundak kiri yang berbeda tingginya atau dapat dikatakan tidak sejajar.
"Selain itu, pada punggung penderita terdapat lipatan, dan tulang pinggang yang tidak sama," jelas dr Andra.
Seseorang yang menderita penyakit ini, tidak menutup kemungkinan disebabkan oleh faktor genetik.
Selain faktor genetik, kelainan jantung sejak lahir juga berdampak pada kelurusan tulang, bahkan dapat melengkung hingga 50 derajat.
Dokter ortopedi tersebut menambahkan, skoliosis perlu diwaspadai jangan sampai mengganggu struktur rongga dada yang memuat organ tubuh di dalamnya.
Skoliosis yang parah dapat berpotensi mengurangi kinerja paru-paru dan jantung. Perlunya pencegahan sejak awal.
Ia menambahkan kembali bahwa apabila terdapat kerabat atau teman yang mempunyai gejala skoliosis, langsung bertemu dengan dokter spesialis ortopedi untuk dilakukan pengecekan derajat dari kurva tulang punggungnya.
Kekurangan vitamin D juga menjadi faktor munculnya skoliosis. Maka dari itu, pentingnya untuk memperkaya vitamin D untuk tubuh.
Penanganan awal yang tepat dari dokter adalah pemberian vitamin, pengecekan CT Scan dan MRI.
***