
ILUSTRASI. Epigallo sebagai komponen utama yang terdapat dalam teh hijau diketahui memiliki manfaat dalam hubungannya dengan beberapa infeksi, termasuk infeksi virus. (Healthline)
JawaPos.com - Teh memiliki berbagai jenis seperti teh hijau, hitam, putih, dan oolong. Namun semuanya berasal dari tanaman yang sama yaitu Camellia sinensis.
Teh hijau sudah lama dikenal sebagai obat tradisional di Tiongkok untuk mengobati berbagai kondisi mulai dari sakit kepala hingga penyembuhan luka. Teh hijau kaya akan nutrisi dan antioksidan karena pengolahannya yang lebih singkat dari jenis teh lain.
Teh hijau mengandung senyawa antioksidan tinggi karena tanpa melalui proses fermentasi. Teh hijau mengandung kafein dan flavonoid jenis katekin sebagai sumber antioksidan.
Penelitian menunjukkan bahwa kedua senyawa mampu memacu metabolisme. Katekin dapat memecah lemak berlebih dan kafein bekerja sama dengan katekin mampu meningkatkan jumlah energi berlebih.
Dikutip dari Medicalnews.com, penggunaan klinis teh hijau dapat merangsang penurunan berat badan pada orang yang kelebihan berat badan atau obesitas. Meski hasil yang didapatkan tidak signifikan.
Dampak dari konsumsi teh hijau untuk penurunan berat badan tidak begitu sepenuhnya bermanfaat dibandingkan dengan metode penurunan berat badan lainnya seperti olahraga.
Berolahraga secara teratur dan mengonsumsi makanan sehat banyak makan sayur dan buah adalah strategi penurunan berat badan yang lebih efektif.
Mengonsumsi teh hijau dengan dibarengi olahraga dan pola makan yang baik dapat meningkatkan hasil positif untuk menurunkan berat badan. Kandungan dari teh hijau di antaranya vitamin B, folat, magnesium, flavonoid dan antioksidan serta senyawa lainnya.
Selain untuk menurunkan berat badan, teh hijau memiliki beberapa manfaat kesehatan seperti mengurangi kolestrol, meningkatkan fungsi jantung, mengurangi risiko penyakit Alzheimer, mengelola diabetes tipe 2 dan memiliki sifat anti kanker.
Cara yang efektif mengonsumsi teh hijau antara 2-3 cangkir teh hijau panas sudah cukup. Hal ini tergantung pada berapa banyak kafein konsumsi dan metabolisme alami tiap orang yang berbeda-beda.
Ketika menyeduh teh hijau jangan gunakan campuran apa pun termasuk gula. Sebaiknya teh hijau diminum sebelum melakukan aktivitas atau sebelum berolahraga.
Teh hijau dinilai aman untuk dikonsumsi, namun perlu diketahui kafein dalam jumlah besar mampu menimbulkan masalah bagi kesehatan tubuh seperti masalah jantung dan tekanan darah tinggi.
Bagi yang ingin melakukan diet dibarengi dengan minum teh hijau, sebaiknya perhatikan dengan teliti label pada kemasan produk teh hijau. Pilih produk yang mengandung teh hijau murni tanpa campuran dari tanaman lain. Selain itu, untuk hasil yang lebih baik perlu lakukan konsultas dengan dokter untuk hasil diet yang sehat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Isenmulang Kalteng vs Persebaya di Super League, Green Force Berpeluang Curi Tiga Poin
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain Persik vs Madura United: Reina Siapkan Strategi Terbaik
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Suahasil Buka Suara soal Pembagian Tugas Tiga Wamenkeu, Ini Fokusnya!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang
Adhyaksa FC Bekasi Vs PSGC Ciamis: Misi Bangkit Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022