Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Agustus 2023 | 01.03 WIB

Manfaat Pisang yang Kaya Nutrisi: Antioksidannya Lebih Kuat Dibanding Berbagai Beri, Herbal, dan Sayuran

SUMBER ENERGI: Agnes Dwijaya mengupas pisang Cavendish. Peneliti Australia membuktikan tingginya kandungan zat betakaroten pada pisang Cavendish yang populer di Indonesia.

Buah pisang tercatat dalam sejarah sebagai makanan yang dikenal sejak abad pertama. Secara empiris, kulit, daging buah, bunga, hingga batang semu tanaman pisang sudah jadi bahan makanan. Riset membuktikan bahwa kandungan nutrisi yang berlimpah pada semua bagian pisang itu bermanfaat bagi kesehatan. Makan buah pisang bisa menghindarkan kita dari malanutrisi.

---

BERBAGAI catatan menunjukkan pisang sebagai sumber makanan penting yang murah dan menempati urutan keempat sesudah beras, gandum, dan jagung. Mudah tumbuh di kawasan beriklim tropis dan subtropis menjadikannya sebagai makanan yang selalu siap dikonsumsi tanpa diolah. Harganya relatif murah, dan mengandung karbohidrat yang cukup tinggi sebagai sumber energi.

Berasal dari genus Musa dari suku Musaceae, saat ini terdapat sekitar 70 spesies dengan lebih dari 300–500 varian tanaman yang berbeda. Beberapa negara Amerika Latin dan India dikenal sebagai produsen pisang terbesar di dunia.

Secara umum, kandungan buah pisang adalah serat, gula, zat tepung, protein, vitamin, mineral, dan zat bioaktif. Pisang tanduk kaya akan serat, terutama di bagian kulit. Ada kandungan zat tepung pada pisang yang disebut resistant starch, yaitu sejenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna di usus kecil. Zat itu akan mengalami fermentasi di usus besar dan menjadi makanan bagi bakteri usus yang bekerja membantu pencernaan makanan.

Berdasar ulasan ilmiah terbaru, ada zat bioaktif terutama senyawa fenolik, flavonoid, amina, dan fitosterol pada pisang. Senyawa fenolik daging buah, antara lain, katekin, epikatekin, galokatekin, lignin, dan tanin. Asam fenolat yang terkandung pada pisang, antara lain, asam ferulat, asam kafeat, dan asam klorogenat.

Tingginya kandungan senyawa fenol total mengindikasikan bahwa daya antioksidan buah pisang lebih kuat jika dibandingkan berbagai buah beri, herbal, dan sayuran. Hasil riset juga membuktikan terdapatnya hubungan antara tingkat kematangan buah pisang dan kandungan fenol total. Jadi, tingkat kematangan pisang menentukan kuat lemahnya aktivitas antioksidan dan antiradang.

Kandungan alfa dan betakaroten, beta cryptoxanthin dalam jumlah banyak berperan sebagai bahan baku pembentukan vitamin A. Peneliti Australia membuktikan tingginya kandungan zat betakaroten pada pisang jenis Cavendish yang populer di Indonesia. Jadi, buah pisang bisa menjadi sumber vitamin A yang berpotensi mengatasi kekurangan vitamin A. Kandungan vitamin B6 dan C buah pisang juga baik untuk kesehatan sistem imun dan saraf.

Penelitian ilmiah membuktikan bahwa zat yang terkandung pada pisang menunjukkan aktivitas sebagai antivirus, antitrombotik, antialergenik, antidiabetik, antikanker, dan sebagai vasodilator. Zat kandungan kuersetin dan kaempferol menunjukkan efek perlindungan jantung dan pembuluh darah yang kuat. Studi lain yang menarik membuktikan peran zat kandungan pisang dalam menghambat enzim carbonic anhydrase. Yakni, enzim yang berkaitan dengan berbagai gangguan penyakit seperti glaukoma, edema, epilepsi, obesitas, hipertensi, kanker, nyeri saraf, dan gangguan neurologis lainnya.

Mineral untuk Kesehatan

Anjuran olahragawan agar mengonsumsi pisang sudah sering terdengar. Alasan yang kerap dikemukakan karena kandungan mineral pada buah pisang diperlukan dalam pengembalian kesehatan otot. Benar, daging dan kulit pisang mengandung beberapa mineral seperti magnesium, tembaga, kalium, natrium, kalsium, zinc, dan manganum.

Besar kecilnya kadar tiap mineral ditentukan oleh jenis atau varian buah, tingkat kematangan, dan daerah tumbuh. Saat berolahraga, otot menggunakan cadangan gula, yaitu glikogen, untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar penghasil energi. Kehilangan mineral natrium saat berkeringat bisa memengaruhi fungsi jantung dan kontraksi otot. Rendahnya kadar kalium berakibat pada terjadinya kram dan nyeri otot. Dalam kondisi ini, asupan karbohidrat, natrium, dan kalium melalui konsumsi buah pisang dapat mencegah kerusakan otot dan mengatasi kelelahan. Buah pisang berukuran sedang mengandung 450–467 mg kalium.

Secara umum, natrium, kalium, dan magnesium berperan penting bagi kesehatan jantung, ginjal, otot, dan saraf otak. Magnesium berperan dalam mengendalikan tekanan darah, kadar gula darah, kesehatan tulang, fungsi otot, dan fungsi saraf.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore