Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Agustus 2023 | 01.49 WIB

Dampak Polusi Udara Jabodetabek, Menkes Sebut 200.000 Orang Jakarta Terkena Penyakit Pernapasan

Kendaraan water canon Brimob Polda Metro Jaya menyemprotkan air untuk mengurangi polusi udara dan cuaca panas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.


JawaPos.com
- Polusi udara yang buruk di Jabodetabek belakangan ini berdampak pada kesehatan warga. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa penderita penyakit pernapasan naik hingga 200.000 orang. Jumlah ini meningkat empat kali lipat dibanding sebelum Covid-19 menyerang.

“Itu ada akibatnya polisi udara,” kata Budi saat ditemui di acara ASEAN Finance and Health Ministers Meeting, Kamis (24/8). Penyakit pernapasan yang dimaksud Budi adalah kanker paru, tuberkolosis, paru kronis, asma, dan pneumonia. Dalam hal ini termasuk juga infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Dia menegaskan bahwa penyakit pernapasan ini memiliki total klaim BPJS Kesehatan cukup tinggi. Sekitar Rp 10 triliun. “Jadi karena tahun ini lebih banyak (penderita penyakit saluran pernapasan), maka (klaimnya) semakin tinggi,” ujarnya.

Dia menegaskan tugas Kemenkes adalah mengobati. Dalam hal ini bukan pencegahan polusi udara yang menyebabkan 200.000 orang terkena penyakit pernapasan.

”Jadi posisi saya adalah mendorong agar sektor di hulu yakni sektor energi, transportasi, dan lingkungan hidup supaya bisa mengurangi emisi partikel-partikel ini agar di hilir tekanannya berkurang,” ungkap Budi.

Polusi udara ternyata tidak hanya berdampak pada saluran pernapasan. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Ari Fahrial Syam SpPD mengatakan bahwa polutan PM2.5 mempengaruhi kesehatan secara umum dan berdampak tidak hanya pada paru tapi juga saluran cerna. Jika polutan itu masuk maka akan berdampak pada mukosa epitel di saluran cerna.

“Polusi udara yang dicerna dapat mempengaruhi microbiota usus. Lalu jika microbiota usus ini berubah maka bisa timbul penyakit seperti diabetes, obesitas, gangguan metabolic, hingga imflammatory bowel disease (peradangan usus kronik),” ujar Ari.

Gejala yang ditunjukkan adalah diare kronik, nyeri perut, BAB berdarah, lemas, dan berat badan turun. untuk itu Ari menyarankan agar menghindari paparan polutan pada makanan maupun udara.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore