Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Juli 2023 | 00.29 WIB

Batu Ginjal Tak Melulu karena Kurang Minum, Yuk Cari Tahu Penyebabnya!

Ilustrasi gangguan ginjal. Istimewa - Image

Ilustrasi gangguan ginjal. Istimewa

JawaPos.com - Batu ginjal adalah endapan dari garam, mineral maupun zat sisa metabolisme tubuh lain yang terbentuk di dalam organ ginjal dengan tingkat kekerasan yang bervariasi. Biasanya batu terbentuk ketika urin menjadi pekat, sehingga mineral dan zat sisa metabolisme lain saling menempel dan akhirnya mengkristal. Batu ginjal merupakan penyakit yang cukup sering terjadi, dan dapat timbul di semua bagian saluran kemih, mulai dari ginjal sampai kandung kemih. 

Umumnya, batu ginjal tidak menimbulkan gejala kecuali jika batu bergerak di dalam ginjal atau bergeser masuk ke salah satu ureter, yakni saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Ketika batu ginjal tersangkut di ureter, aliran urin akan tersumbat dan menyebabkan kontraksi pada ureter serta ginjal membengkak. Kondisi ini menyebabkan nyeri yang hilang timbul pada pinggang belakang, kadang menjalar ke perut bawah dan lipat paha.

Keluhan lain yang sering timbul adalah nyeri atau rasa panas saat buang air kecil, perubahan warna urin, dan meningkatnya frekuensi buang air kecil. Pada saat buang air kecil, lokasi dan intensitas rasa nyeri yang dirasakan dapat berubah-ubah apabila batu bergeser di sepanjang saluran kemih.

Dokter Spesialis Urologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Firdianto, Sp.U mengatakan, terdapat beberapa faktor risiko terbentuknya batu ginjal dan ini dapat diketahui dari jenis batu yang ada di dalam ginjal. "Anda harus waspada jika merasakan intensitas nyeri yang sangat hebat disertai keluhan mual dan muntah atau demam, terdapat darah pada urin, serta sulit buang air kecil. Apabila Anda merasakan gejala-gejala tersebut, segeralah konsultasi ke dokter untuk mendapat pertolongan medis," ujar dr. Firdianto.

Untuk mengetahui jenis batu ginjal, Anda dapat melakukan pemeriksaan melalui pemeriksaan darah, urin, pencitraan dengan USG, rontgen, atau CT-Scan, hingga dilakukan analisis batu ginjal yang keluar dari saluran kemih. Terdapat empat jenis batu ginjal, sebagai berikut:

  1. Batu Kalsium

Batu Kalsium merupakan jenis batu ginjal terbanyak terutama dalam bentuk kalsium oksalat. Oksalat itu sendiri merupakan zat yang dibuat di hati, atau diserap dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Faktor sisa makanan yang tak dibutuhkan tubuh, kelebihan vitamin D, dan beberapa gangguan metabolik dapat meningkatkan kadar kalsium di dalam urin.

  1. Batu Struvit

Batu Struvit merupakan batu yang terbentuk akibat adanya infeksi saluran kemih. Struvit merupakan mineral yang diproduksi oleh bakteri yang ada di saluran kemih. Jenis batu ginjal ini dapat tumbuh dengan cepat, sehingga menyumbat di ginjal, ureter, atau kandung kemih. 

  1. Batu Asam Urat

Batu Asam Urat terjadi pada orang yang memiliki kadar asam urat tinggi di dalam darah, kehilangan banyak cairan karena diare atau gangguan pada penyerapan cairan, diet tinggi protein, dan beberapa gangguan metabolik. Beberapa faktor genetik juga dapat meningkatkan risiko terjadinya batu asam urat. 

  1. Batu Sistin

Batu sistin erjadi pada orang yang memiliki kelainan bawaan yang disebut sistinuria. Sistinuria adalah kondisi di mana ginjal membuang terlalu banyak asam amino sistein dalam tubuh dan menumpuk di urin.

Menurut dr. Firdianto, Sp.U, pengobatan batu ginjal tergantung pada jenis dan ukuran batu. Pada batu ginjal yang kecil, dengan minum yang cukup dan mengkonsumsi obat untuk penahan nyeri dan relaksasi otot saluran kemih, dapat membantu batu ginjal keluar sendiri melewati saluran kemih. Sedangkan untuk batu ginjal yang cukup besar dan tidak bisa keluar dengan sendirinya, maka dibutuhkan terapi medis seperti ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy), Nefrolitotomi Perkutan, atau Ureteronoskopi Litotripsi untuk menghancurkan dan mengeluarkan batu ginjal.

ESWL merupakan terapi batu ginjal tanpa pembedahan menggunakan gelombang suara untuk menghancurkan batu menjadi serpihan kecil. Kemudian Nefrolitotomi Perkutan, merupakan pembedahan dengan sayatan kecil di pinggang, dan Ureterorenoskopi Litotripsi, yang merupakan tindakan mengeluarkan batu ginjal menggunakan endoskopi yang dimasukkan melalui saluran kemih.

Ketiga cara pengobatan di atas dapat Anda temui di Tahir Uro-Nephrology Center Mayapada Hospital. Tahir Uro-Nephrology Center menyediakan layanan terpadu dan komprehensif untuk setiap orang yang memiliki gangguan pada ginjal dan saluran kemih, mulai dari deteksi dini, diagnosis, pengobatan, dan terapi.

Info lebih lanjut mengenai Tahir Uro-Nephrology Center di Mayapada Hospital, hubungi call center Mayapada Hospital 150770.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore