
seseorang yang terlalu banyak bermain media sosial saat berwisata./Magnific/tirachardz
JawaPos.com - Berwisata seharusnya menjadi kesempatan untuk keluar sejenak dari rutinitas, menikmati tempat baru, bertemu orang lain, mencicipi makanan yang berbeda, dan menciptakan kenangan yang akan kita bawa pulang. Namun, di era media sosial, pengalaman tersebut perlahan mengalami perubahan.
Kita tidak lagi hanya pergi ke suatu tempat untuk menikmati tempat itu. Kita juga pergi untuk memotretnya, merekamnya, mengunggahnya, mendapatkan respons dari orang lain, dan memastikan bahwa perjalanan kita terlihat menarik di layar.
Media sosial tentu bukan sesuatu yang sepenuhnya buruk. Platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan berbagai jejaring sosial lainnya dapat membantu kita menemukan destinasi, mendapatkan inspirasi perjalanan, berbagi pengalaman, bahkan terhubung dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia.
Masalahnya muncul ketika media sosial tidak lagi menjadi alat untuk mendokumentasikan perjalanan, tetapi justru mulai menentukan bagaimana kita mengalami perjalanan tersebut.
Dari perspektif psikologi, terdapat sejumlah mekanisme yang dapat membuat media sosial mengurangi kualitas pengalaman berwisata. Kita dapat menjadi terlalu sibuk mendokumentasikan daripada mengalami, membandingkan perjalanan sendiri dengan orang lain, mengejar validasi, hingga merasa bahwa sebuah perjalanan baru bernilai apabila mendapatkan perhatian di dunia maya.
Dilansir dari Psychology Today pada Kamis (15/10), terdapat delapan alasannya.
1. Kita Menjadi Lebih Sibuk Mendokumentasikan daripada Mengalami
Salah satu paradoks terbesar dalam wisata modern adalah ketika seseorang pergi jauh untuk melihat sesuatu secara langsung, tetapi justru menghabiskan banyak waktu melihatnya melalui layar ponsel.
Bayangkan seseorang berdiri di depan air terjun yang indah. Secara fisik ia berada di sana, tetapi pikirannya sibuk mencari sudut kamera terbaik, mengatur pose, mengambil foto berulang kali, memilih video, kemudian memikirkan caption yang tepat.
Pada akhirnya, ia memang memiliki banyak dokumentasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022