Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Oktober 2026 | 03.52 WIB

8 Alasan Mengapa Media Sosial Dapat Merusak Pengalaman Berwisata bagi Kita Semua Menurut Psikologi

seseorang yang terlalu banyak bermain media sosial saat berwisata./Magnific/tirachardz - Image

seseorang yang terlalu banyak bermain media sosial saat berwisata./Magnific/tirachardz

JawaPos.com - Berwisata seharusnya menjadi kesempatan untuk keluar sejenak dari rutinitas, menikmati tempat baru, bertemu orang lain, mencicipi makanan yang berbeda, dan menciptakan kenangan yang akan kita bawa pulang. Namun, di era media sosial, pengalaman tersebut perlahan mengalami perubahan.

Kita tidak lagi hanya pergi ke suatu tempat untuk menikmati tempat itu. Kita juga pergi untuk memotretnya, merekamnya, mengunggahnya, mendapatkan respons dari orang lain, dan memastikan bahwa perjalanan kita terlihat menarik di layar.

Media sosial tentu bukan sesuatu yang sepenuhnya buruk. Platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan berbagai jejaring sosial lainnya dapat membantu kita menemukan destinasi, mendapatkan inspirasi perjalanan, berbagi pengalaman, bahkan terhubung dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia.

Masalahnya muncul ketika media sosial tidak lagi menjadi alat untuk mendokumentasikan perjalanan, tetapi justru mulai menentukan bagaimana kita mengalami perjalanan tersebut.

Dari perspektif psikologi, terdapat sejumlah mekanisme yang dapat membuat media sosial mengurangi kualitas pengalaman berwisata. Kita dapat menjadi terlalu sibuk mendokumentasikan daripada mengalami, membandingkan perjalanan sendiri dengan orang lain, mengejar validasi, hingga merasa bahwa sebuah perjalanan baru bernilai apabila mendapatkan perhatian di dunia maya.

Dilansir dari Psychology Today pada Kamis (15/10), terdapat delapan alasannya.

1. Kita Menjadi Lebih Sibuk Mendokumentasikan daripada Mengalami

Salah satu paradoks terbesar dalam wisata modern adalah ketika seseorang pergi jauh untuk melihat sesuatu secara langsung, tetapi justru menghabiskan banyak waktu melihatnya melalui layar ponsel.

Bayangkan seseorang berdiri di depan air terjun yang indah. Secara fisik ia berada di sana, tetapi pikirannya sibuk mencari sudut kamera terbaik, mengatur pose, mengambil foto berulang kali, memilih video, kemudian memikirkan caption yang tepat.

Pada akhirnya, ia memang memiliki banyak dokumentasi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore