Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2026 | 06.53 WIB

7 Kepribadian Unik Dibalik Orang yang Senang Menceritakan Kisah yang Sama Berulang Kali

Ilustrasi, orang yang senang menceritakan kisah yang sama berulang-ulang. Magnific/ cookie_studio.

JawaPos.com - Mendengar kisah atau cerita yang sama berulang kali bisa terasa membosankan dan melelahkan.

 
Tapi, kenyataannya, berbagi kisah justru mempererat hubungan.

Sebagai contoh, orang tua yang menceritakan kisah masa kecilnya, padahal kisah tersebut sudah Anda dengar sebelumnya.

Orang yang tidak bisa menahan dirinya untuk mengulang cerita seperti itu dilansir JawaPos.com dari yourtango pada Kamis (8/10) memiliki tujuh kepribadian unik ini.

1. Sedikit Kurang Percaya Diri

Selalu ada alasan mengapa seseorang selalu menceritakan kisah yang sama berulang kali, salah satunya untuk mendapatkan validasi.

Terutama jika kisah tersebut berkaitan dengan masa-masa sulit atau persoalan yang belum tuntas.

Bagi sebagian orang, perilaku ini menjadi cara untuk memantapkan keyakinan terhadap peristiwa yang terjadi atau terhadap cara mereka menyikapi pengalaman emosional yang berat.

Setiap kali menceritakan kisahnya lagi, rasa percaya diri mereka kian bertambah, apalagi saat mereka mendapatkan validasi dari lawan bicara.

Tahukah, kisah yang disampaikan seseorang adalah cerminan jati dirinya?.

Jadi, jika seseorang menceritakan kembali kisahnya, maka sebenarnya mereka sedang menegaskan bahwa tindakan yang diambil saat itu merupakan cerminan dari diri mereka yang sesungguhnya.

Begitulah cara mereka ingin dipandang serta dikenal.

Profesor Dan P. McAdams dari Northwestern University menyebut perilaku ini sebagai 'identitas naratif', yakni sebuah kisah tentang siapa diri seseorang yang terus berkembang dan disusun untuk memahami serta menemukan makna dalam hidup.

2. Membangkitkan Kenangan Manis yang Menghangatkan Hati


Kenangan indah membuat bahagia dan hangat, seperti menyelimuti diri dengan selimut yang hangat.

Penelitian menunjukkan bahwa ingatan-ingatan indah tersebut merekatkan sekaligus menjaga ikatan dan hubungan melalui masa lalu yang dilalui bersama.

Selain itu, mengenang masa-masa indah yang menenangkan dapat menata pikiran yang kacau, terutama saat sedang sedih sehingga suasana hati kembali membaik sekaligus menginspirasi orang lain.

Hal ini juga menumbuhkan keinginan untuk berada di dekat orang-orang yang dicintai.

3. Tekun dan Suka Membantu


Terkadang, saat seseorang menceritakan kembali sebuah kisah, sebenarnya mereka sedang berusaha mengajarkan ulang pelajaran yang didapatkannya dari pengalaman tersebut.

Dengan menceritakan kembali, pendengar terus menyerap detail-detailnya dan mungkin menangkap hal-hal yang terlewatkan pada kesempatan sebelumnya.

Lalu, mereka yang menceritakan berusaha seakurat mungkin memperkuat pesan atau pelajaran yang ingin disampaikan.

Layaknya dongeng masa kecil, di akhir cerita selalu ada pesan moral dan itulah alasan utama mengapa cerita tersebut diceritakan berulang kali kepada anak-anak.

4. Memiliki Empati dan Kepekaan

Orang yang empati dan peka merasakan segala sesuatu secara mendalam.

Jika suatu hal memengaruhinya, baik positif maupun negatif, mereka akan mengulas kembali cerita serta perasaan yang menyertainya untuk dapat memproses pengalaman tersebut.

Di sisi lain, orang yang sangat peka rentan mengalami 'destination memory' atau ingatan tujuan.

Sederhananya, mereka lupa kepada siapa mereka pernah menceritakan kisah mereka sebelumnya.

Secara umum, manusia memang memiliki kendala terkait ingatan tujuan ini.

Tapi, orang yang sangat peka dan empati, terutama saat sedang diliputi emosi yang kuat mengalami kesulitan yang lebih besar dalam hal ini.

5. Merasa Kesepian


Orang yang gemar mengulang cerita, terutama mereka yang beranjak tua bisa saja terbiasa melakukan hal ini karena dunia yang tiba-tiba menjadi lebih sempit.

Kondisi tersebut sering kali menimbulkan rasa kesepian.

Saat hidup tidak sesibuk atau sepadat dulu, kisah-kisah lama menjadi lebih bermakna, sehingga kerap kali diceritakan kembali.

Ini sebagai cara menghubungkan masa lalu dengan masa kini serta cara bagi mereka untuk tetap merasa relevan di saat hidup seolah terus berjalan meninggalkan mereka.

6. Mudah Merasa Bosan


Terkadang, orang mengulang kisah yang sama karena kisah tersebut dianggap menarik.

Mereka menceritakan momen-momen menyenangkan atau peristiwa luar biasa dalam hidup mereka.
 
Lalu, saat suasana terasa agak membosankan, mereka kembali mengangkat kenangan terbaik itu untuk menghadirkan sedikit kegembiraan.

Mereka ingin memberikan kontribusi yang bermakna dalam percakapan tanpa harus mengarang cerita.

Jadi, mereka mengulang kisah yang mungkin sudah pernah didengar sebelumnya karena mereka tahu cerita itu memang bagus.

Terkadang, sebuah kisah yang bagus adalah sebuah kisah menarik yang menyenangkan untuk didengarkan.

7. Penuh Perhatian


Mengulang-ulang cerita bisa menjadi cara untuk memikirkan dan mendalami berbagai hal secara saksama.

Sebuah buku berjudul 'Repeating Words, Retelling Stories: Repetition, Variation, and Serial Significance in Literature' dengan penulis Antonio Rossini dan Christos Strubakos menjelaskan, pengulangan tidak hanya berfungsi untuk memperkuat suatu konsep, tapi juga untuk menciptakan makna baru.
 
Hal ini dapat muncul melalui kontras, gradasi, dan koreksi.

Dengan mengulang cerita, penutur dapat menganalisisnya secara terus-menerus dan lebih mendalam, memahami konteksnya dengan lebih baik, serta melakukan koreksi, baik terhadap orang lain maupun diri sendiri di sepanjang prosesnya.

Ini merupakan upaya memecahkan masalah secara langsung saat itu juga.
 
Singkatnya, ini adalah cara berpikir dan berbagi yang bersifat kolaboratif.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore